DBD di Banjarmasin Tembus 35 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Banjarmasin, KP – Sejak Januari hingga sekarang sudah ada 35 kasus positif demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Banjarmasin. Sialnya dari jumlah kasus tersebut sudah ada yang merenggut nyawa.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, salah satu anak di Kelurahan Simpang Telawang sudah menjadi korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.

“Yang meninggal anak-anak. Orang Simpang Telawang. Dia masuk dalam 35 Kasus tadi,” ucap Machli Riyadi di Balaikota, belum lama ini.

Nyawa anak tersebut tak bisa tertolong lantaran kondisinya sudah terlalu parah saat dibawa ke rumah sakit. “Pasien dibawah dalam keadaan parah ke rumah sakit Sultan Suriansyah,” bebernya.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

Machli mengungkap dari 35 kasus DBD ini didominasi oleh anak-anak. Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Ini jadi warning bagi masyarakat agar masyarakat tetap perhatian dengan menerapkan 3M. Menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk,” katanya.

Saat ini upaya penanganan yang dilakukan dinas kesehatan sudah dilakukan. Salah satunya melakukan fogging di wilayahnya permukiman warga yang positif DBD.

Selain itu, Machli juga meminta kepada masyarakat untuk tak terlalu terlena dengan kasus Covid-19 atau virus corona, sehingga mengabaikan DBD yang sama-sama bisa merenggut nyawa.

“Kasusnya sudah ditangani karena memang bisa merenggut nyawa. Mungkin masyarakat lengah karena orang terbius masalah corona sehingga DBD menjadi terabaikan,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya