Guru Zuhdi Tutup Usia, Ketua Umum KKB Pusat Ajak Umat Doakan Almarhum

Banjarmasin, KP – Kabar berpulangnya Ulama kharismatik KH Zuhdiannoor (Guru Zuhdi) ke hadirat Illahi mengejutkan masyarakat di banua.

Almarhum dikabarkan tutup usia pada hari Sabtu (2/5/2020), pukul 06.43 WIB. Sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di RS Medistra, Jakarta.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman pun merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya ulama yang begitu dekat dengan masyarakat tersebut.

“Almarhum adalah ulama yang dicintai umat. Sosok yang sangat bersahaja dan kharismatik. Kami merasa kehilangan. Kita semua bersedih. Semoga keluarga almarhum tabah dan sabar atas kepergian beliau,” ujar H Iyun, sapaan akrabnya.

Almarhum Guru Zuhdi merupakan sosok yang memang sangat dekat dengan keluarga Almarhum H. Abdussaamad Sulaiman HB, yang lebih dikenal dengan sapaan H Leman.

Begitupun dengan H Iyun yang merupakan putra ke enam almarhum H Leman. “Beliau sosok yang sangat dekat dengan keluarga kami, terlebih sewaktu abah masih hidup” tuturnya.

KP/ Istimewa
H Iyun saat bersama almarhum Guru Zuhdi dan keluarga besar almarhum H Leman


Tak hanya semasa hidup, lanjut H Iyun, saat sang ayahanda telah tiada pun, almarhum Guru Zuhdi adalah ulama yang selalu memimpin tahlilan untuk penyelenggaraan haul.

Hanya saja, di haul ke lima tahun ini, almarhum Guru Zuhdi yang memang saat itu dalam kondisi sakit, tak bisa ikut pelaksanaan haul H Leman.

Berita Lainnya
1 dari 1.032

Selain itu, kata H Iyun, almarhum Guru Zuhdi sering memberi nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat, khususnya bagi dirinya pribadi.

“Sekali lagi, ulun turut berduka, kita semua kehilangan sosok guru bersahaja yang selama ini menjadi panutan, terutama bagi ulun,” ungkapnya sedih.

Tak lupa, H Iyun mengajak umat Islam di Banua untuk bersama-sama mendoakan almarhum Guru Zuhdi, agar Allah SWT melimpahkan rahmatNya dan menempatkan almarhum di tempat yang mulia.

“Mari kita bersama mendoakan almarhum Guru Zuhdi, agar senantiasa dilimpahi rahmat dan maghfirahNya. Dan Allah tempatkan beliau di tempat yang terindah di surgaNya,” tuturnya, seraya mendoakan almarhum.

KH. Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi, lahir di Alabio, Kamis, 10 Februari 1972 M (bertepatan dengan 24 Zulhijjah 1391 H).

Beliau adalah anak dari KH. Muhammad bin H. Jaferi al-Banjari (pimpinan Ponpes Al-Falah (1986-1993) setelah KH. Muhammad Tsani (1976-1986).

Mengutip blog Majelis Ulama dan Wali, Guru Zuhdi pernah menimba ilmu di pesantren al-Falah Banjarbaru. Namun karena lebih sering sakit, beliau dididik oleh sang kakek KH. Asli di Alabio.

Setelah kakek beliau wafat, beliau kembali ke Banjarbaru dan kemudian mengaji ilmu dengan KH. Abdul Syukur di Teluk Tiram.

Semasa hidupnya, Guru Zuhdi mengisi banyak majelis taklim diantaranya, Majelis taklim di komplek Pondok Indah Banjarmasin, di rumah kediaman pribadi jalan samping Mesjid jami’ Sungai Jingah, di Masjid Sabilah Muhtadin dan di masjid Sungai Jingah Banjarmasin.

Menurut informasi, jenazah Guru Zuhdi diterbangkan dari jakarta pukul 13.30 WIB, menggunakan pesawat Lion Air dengan flight number : JT 3526.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan pelayat terus berdatangan ke Masjid Jami dan lingkungan majelis taklim dekat rumah almarhum. (opq/KPO-1).
 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya