Pengawas Monitor Lokasi Rehab DAS

Martapura, KP – Petugas Pengawas Rehab DAS beranjak dari Desa Artain menuju lokasi Rehab DAS yang berjarak sekitar 13 Km dari desa dengan kondisi jalan tanah yang sebagian berlumpur, Rabu (6/5) pagi. Mereka didampingi petugas dari IPPKH dan vendor pelaksana.

Sampai di lokasi Blok III petak 6, pengamatan terhadap tanaman yang hidup dan mati. Pengawas Rehab DAS, Ahmad Rizani mengamati jalur per jalur, batang perbatang dan di ambil kordinatnya dan ia menulis dalam laporannya bahwa tanaman rata rata tumbuh namun ada yang subur, kerdil, merana dan juga mati.

Ia menyarankan, karena gulma sudah mulai tinggi, kepada pihak IPPKH agar menyampaikan kepada vendor pelaksana di lapangan agar segera melakukan pemeliharaan.

Berita Lainnya

LPTQ Banjar Matangkan Kadernya 2 Bulan

Kasus Covid Menurun, Tapi Prokes Jangan Kendor

1 dari 359
Loading...

Rizani mengingatkan, karena sudah mendekati musim kemarau agar pihak IPPKH PT BIB menyiapkan sarana dan prasarana seperti jetshoter, gepyok, radio komunikasi, serta alat pelindung diri bagi semua petugas.

“Selain sarpras, tenaga dalkarhutla juga harus dipersiapkan, dan tak kalah penting spanduk imbauan agar dipasang pada tempat tempat strategis,” pungkasnya.

Selain Desa Artaian, di Desa Pulau Nyiur juga di lakukan monitoring, yaitu di lokasi IPPKH PT Transcoal Minergi di Desa Pulau Nyiur, Kamis (7/5). Saat ini penanaman P0 seluas 139 ha dengan pelaksanaan pada bulan ini di blok 1 petak 1 seluas 14 ha dengan realisasi 12 ha.


Penanaman akan dilanjutkan pada awal musim hujan yang akan datang, karena saat ini sudah memasuki musim kemarau. Sehingga tidak memungkinkan lagi melaksanakan penanaman. (adv/tahura/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya