PSBB di Banjarmasin Diakui Banyak Kekurangan

Banjarmasin, KP – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kota Banjarmasin, Macli Riyadi mengakui, jika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih banyak kekurangan.

Kekuarangan yang cukup dirasakan diantaranya baik segi pemenuhan ketersediaan alat kesehatan (Alkes) maupun terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang direjunkan di lapangan selama diterapkannya, PSBB.

” Kendala lain adalah masih cukup banyaknya warga yang kurang memiliki kesadaran mematuhi aturan dan imbauan pemerintah dalam upaya kita secara bersama-sama untuk mempercepat penanganan virus corana agar tidak terus mewabah,” ujar Machli Riyadi.

Usai rapat kerja dengan komisi I DPRD Kota Banjarmasin membahas LPKJ Walikota tahun anggaran 2019 kepada watawan, Senin (18/5/2020) Macli Riyadi mengemukakan, sejak PSBB pertama yang diberlakukan sejak tanggal 24 April hingga 7 Mei dan kembali diperpanjang sampai berakhirnya yang ditetapkan hingga 21 Mei , pemeriksaan kesehatan tidak dilakukan disemua Pos PSBB yang didirikan dibatas kota Banjarmasin.

Machli Riyadi menyebut salah satu kendala utama yang dihadapi adalah soal keterbatasan petugas kesehatan kenapa sampai tidak dilakukannya pemeriksaan kesehatan pada setiap Pos PSBB yang didirikan Pemko Banjarmasin.

Menurutnya, karena alat dan petugas terbatas, sementara yang diperiksa melalui pos PSBB cukup banyak, tentu tidak akan maksimal. “Kendati dalam melakukan pemeriksaan ini sudah dibantu personil Pol PP, Dishub dan aparat kepolisian serta TNI,” ucap Machli Riyadi.

Berita Lainnya
1 dari 1.444
Loading...

Disinggung soal pemeriksaan identitas masyarakat yang melintas di Pos batas kota, Machli Riyadi yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin ini mengklaim cukup berhasil membatasi penyebaran Covid 19 di Banjarmasin.

Untuk memutus mata rantai Covid 19 lanjut Machli, peran serta dan kedisiplinan masyarakat mematuhi anjuran pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan lenyapnya Corona di Banjarmasin.”Corona tidak akan lenyap begitu saja tanpa peran serta dan disiplin masyarakat. Sudah sering kami ingatkan, patuhi anjuran pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali menilai, keberadaan petugas kesehatan disemua Pos PSBB sangat diperlukan untuk pencegahan masyarakat yang diduga terpapar virus corona (Covid 19).

“Sebelum dilakukan Rapid tes, cek kesehatan dengan Thermo Gun sangat diperlukan. Pemerintah beralasan keterbatasan sumber daya manusia menjadi sebab tidak adanya petugas kesehatan di Pos PSBB dan untuk tes kesehatan dibantu oleh personil Pol PP,” terangnya.

Matnor meminta agar Tim Gugus Tugas Covid 19 maksimal dalam menjalankan tugas, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang kian hari kian memperihatinkan di Banjarmasin.

“Ini sudah sangat memperihatinkan. Jangan hanya seremoni saja. Semua harus dilakukan secara maksimal. Kami sudah memberikan dukungan anggaran yang cukup besar, dengan harapan mampu menurunkan kasus Corona di Banjarmasin,” demikian kata Machli Riyadai. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya