Rapid Test Masal Di 6 Pasar, 129 Hasilnya Reaktif

Banjarmasin, KP – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin, kembali menggelar rapid test masal pada hari Sabtu (16/5) pagi, kepada pedagang dan pengunjung di enam titik pasar di Banjarmasin dengan menyiapkan sebanyak 1500 rapid test.

Enam pasar tersebut yakni, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Pekauman, Pasar Lokasi, Pasar Binjai, dan Pasar Lama. Rapid test masal tersebut berjalan lancar setelah dibantu oleh petugas dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin untuk menjemput pedagang agar melakukan tes. Terlihat Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina juga memantau pelaksanaan rapid test masal di beberapa titik pasar.

Setelah selesai pelaksanaan dan direkap hasilnya, Jubir Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menyampaikan secara resmi kepada awak media pada pukul 16.00 Wita, bertempat di Posko Tim Gugus Tugas p2 Covid-19 Banjarmasin, Balaikota Banjarmasin, dari total rapid test yang disiapkan sebanyak 1500 yang terpakai hanya sebanyak 1361 dari.

“Dari total keseluruhan yang diperiksa sebanyak 1361 orang, total reaktif 129, sedangkan 1232 orang lainnya didapati hasil non reaktif. Sehingga dapat disimpulkan dari total rapid yang dilaksanakan hari ini presentase yang reaktif yakni 9,47 persen,” ucap Machli.

Lanjutnya Machli mengatakan, hasil tes yang reaktif tentu tidak bisa dikatakan mereka positif Covid-19 atau Virus Corona. Karena untuk menentukan mereka benar-benar positif Covid-19 harus dilakukan pemeriksaan lanjutan, yakni pemeriksaan swab. Untuk pemeriksaan swab sendiri akan dijadwalkan oleh Tim Gugus Tugas P2 Banjarmasin.

“Jadi kita harap masyarakat juga jangan menjustifikasi ketika orang tersebut reaktif, lalu mereka divonis Covid-19. Tolong kita edukasi masyarakat jangan menjustifikasi orang tersebut pasti Covid-19, karena memang harus dilakukan swab lagi. Malah sebaiknya kita memberikan semangat kepada mereka, agar mereka tidak berkecil hati,” harapnya.

Sembari menunggu jadwal pemeriksaan swab, mereka pun dihimbau untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dirumah masing-masing dan lebih disarankan melakukan karantina di rumah karantina yang telah disediakan oleh Tim Gusus Tugas. Karena juga diketahui setelah melakukan pemeriksaan swab hasilnya pun tidak langsung keluar, mengingat masih banyak pemeriksaan swab yang masih diperiksa dan hasilnya masih belum keluar.

Lantas mengapa rapid test ini penting untuk dilakukan. Dijelaskan Machli rapid test ini dapat mengantisipasi sejak dini percepatan penanganan penyebaran Covid-19 lebih meluas. “Jika setelah mereka melakukan pemeriksaan swab dan ternyata ada yang positif Covid-19, minimal kita sudah meminimalisir penyebaran kepada keluarga yang bersangkutan, karena mereka sudah mengkarantina diri secara mandiri selama 14 hari,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.391
Loading...

Machli juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyampaikan, untuk memutus mata rantai Covid-19 ini tentu tidak hanya pemerintah saja yang bertindak, namun peran serta masyarakat sangat berperan besar dalam penanggulangan Covid-19 ini agar cepat berakhir di Banjarmasin.

Seperti harus disertai dengan perubahan perilaku masyarakat betul-betul disiplin dalam menggunakan masker, physical distanding atau menjaga jarak tidak berkerumun dan disiplin dalam menjaga kebersihan tangannya, caranya mencuci tangan dengan air yang mengalir menggunakan sabun selama minimal 20 detik. Kalau itu dilakukan dengan benar dan disiplin secara terus-menerus dan sebuah budaya dalam lingkungan masyarakat di tingkat RT minimal, tentu menurut Machli itu akan mampu memutus rantai penularan ini.

Selain itu, Machli juga menyarankan agar masyarakat terus memperkuat daya tahan tubuh dengan dianjurkannya mengkonsumsi buah-buahan yang banyak, seperti jambu biji, jeruk, pepaya, mangga, kiwi, dan tentunya disertai dengan sayur yang banyak.

“Inilah cara kita untuk memperkuat daya tahan tubuh kita. Saya kira ini sangat penting sekali untuk diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat kita dalam upaya mempertahankan diri menjaga yang sehat agar tetap sehat. Karena lingkungan kita sudah sangat terpapar luar biasa hampir seluruhnya sudah zona merah,” tuturnya.

Dibeberkannya juga, bahwa enam pasar yang ditemukan reaktif tersebut akan dilakukan penyemprotan disinfektan pada Minggu (17/5). Langkah cepat tersebut diambil guna mempercepat penanggulangan penyebaran. Sehingga kepada pedangan di pasar tersebut diminta agar bisa bekerjasama dengan keadaan yang sekarang, demi membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk diketahui update terbaru Covid-19 di Banjarmasin pada pukul 16.00 Wita, Sabtu (16/5). Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 129, bertambah 27 kasus dari hari sebelumnya yang hanya 102. Sedangkan PDP 65, ODP 484, OTG 386, dan Meninggal 29 orang. (Kominfo/K-3)

Hasil Rapid Test Di 6 Pasar:

  1. Pasar Lima 297 orang
    • 30 orang reaktif
    • 267 orang non reaktif
  2. Pasar Sudimampir 248 orang
    • 21 orang reaktif
    • 227 orang non reaktif
  3. Pasar Pekauman 186 orang
    • 12 orang reaktif
    • 174 orang non reaktif
  4. Pasar Lokasi 205 orang
    • 6 orang reaktif
    • 199 orang non reaktif
  5. Pasar Binjai 180 orang
    • 30 orang reaktif
    • 150 orang non reaktif
  6. PasarLama 245 orang
    • 30 orang reaktif
    • 215 orang non reaktif
loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya