Sudah 18 Orang Penumpang Gelap Dikembalikan ke Surabaya

Banjarmasin, KP – KSOP Kelas I Banjarmasin Dr Capt Mugen S Sartoto MSC menjelaskan, pihaknya bersama instansi lain seperti Pelindon, TNI AL dan Kepolisian Pelabuhan serta team Gugus Covid 19 terus melakukan pengetatan pengawasan selama pandemi dan jelang lebaran Idul Fitri tahun ini.

Menyikapi fenomena masih ada penumpang gelap yang naik ke atas truk pengangkut logistik atau kapal roro akhir-akhir ini dari Surabaya  ke Banjarmasin dan sebaliknya ditengah wabah covid 19 jelang lebaran nanti.

KSOP sudah berkoordinasi dengan operator terminal Bandarmasin atau Pelindo III , TNI Al dan team  Gugus Covid 19 untuk menambah personel dan membuat Posko untuk pengetatan pengawasan selama dilapangan,” sebutnya keada wartawan, Kamis (14/5/2020) dikantornya.

“Hal ini kami lakukan sebagai upaya preventif para penumpang gelap untuk memaksakan diri naik keatas kapal Roro, karena penjualan tiket penumpang kapal sudah resmi dihentikan sementara dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 25 /2020.

Capt Mugen lebih lanjut menyatakan, jika masih ada didapati penumpang gelap diatas kapal (selain awak kendaraan) maka opsi pertama adalah membawa kembali penumpang tersebut ke Pelabuhan asal di Perak Kurabaya, seperti yang 18 orang penumpang yang kembalikan.

“ Kami juga ada toleransi jika mereka benar-benar mendesak dan alasan yang cukup sesuai dengan arahan Dirjen Perhubungan Laut diijinkan untuk berlayar misalnya ada keluarga intinya yang sakit dan meninggal dari surat pemerintah setempat ada stampel dan matrai ada rekomendasi surat resmi dan bebas dari covid,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

“ Pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak KSOP Perak Surabaya terkait hal ini, dan para agen kapal sudah kita beri tahu bahwa jika membawa penumpang akan kita kembalikan keasalnya,” jelasnya.

Sedangkan kalau masih di trisakti harus segera diturunkan oleh nakhoda, dan selanjutnya mengacu kepada psl 18 PM 25/2020 bahwa kapal akan menanggung sanksi administratif hingga pencabutan ijin trayek bahkan SIUPAL,” tegasnya.

“ Saya berharap kesadaran melindungi masyarakat menjadi semangat utama untuk melaksanakan PM 25/2020 sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak saat ini,” sebutnya.

Oleh karena itu dalam situasi pandemi seperti ini semuanya harus segera bergerak menghentikan laju penyebaran covid 19, semua crew kapal tidak boleh turun atau keluar dari pelabuhan mereka hanya boleh dipelabuhan saja.

CeO PT Pelindo III Banjarmasin, Boy Robyanto kepada wartawan mengatakan, Pelindo III akan lebih ketat lagi dalam pemeriksaan kepada penumpang gelap, kebijakan KSOP akan dikembalikan ke Operator untuk dipulangkan  ketempat asalnya kita dukung.

Salah satu agen kapal terbesar PT Dharma Lautan Utama (DLU) Anton Wahyudi SE kepada wartawan mengatakan, sangat mendukung kebijakan pemerintah yakni pengetatan bagi penumpang gelap kapal roro yang naik dari Surabaya dan juga yang naik di Trisakti Banjarmasin untuk mencegah covid 19.

“ Saya juga meminta agar setiap penumpang truk yang akan masuk pelabuhan Trisakti dicek atau diawasi ketat lebih awal sebelum truk masuk kapal sehingga kapal yang berangkat benar-benar steril dari penumpang gelap saat covid ini dan jelang lebaran nanti,” sebutnya berharap.(hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya