Diharapkan Mampu Menekan Penularan, Kampung Tangguh Mahelat Lebo Covid-19 Diresmikan

Marabahan, KP- Kabupaten Barito Kuala (Batola) kini memiliki Kampung Tangguh. Kampung yang bernama “Kampung Mahelat Lebo Covid-19” ini tepatnya berada di Desa Kolam dan Karya Tani Kecamatan Barambai.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS telah mencanangkan kampung yang digagas Polres Batola itu, Senin (08/06).


Pencanangan Kampung Tangguh di Bumi Ije Jela ini berlangsung cukup semarak. Selain diawali apel yang dipimpin Bupati Hj Noormiliyani AS acara yang juga dihadiri Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, Sekda H Abdul Manaf, Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno SIK MH, Komandan Kodim 1005 Marabahan Letkol Kav Sugianto SE, yang mewakili anggota forkopimda lainnya, para pimpinan SKPD, Camat dan undangan ini juga ditandai pemotongan pita dan peninjauan Posko Mahelat Lebo.


Kesemarakan Pencanangan Kampung Tangguh di Batola ini sejak awal sudah terlihat. Begitu bupati dan rombongan tiba, mereka disambut oleh warga. Undangan juga mendapat suguhan tarian kuda lumping serta peragaan simulasi pemasangan Alat Pelindung Diri (APD) serta peninjauan hasil-hasil pertanian desa setempat.


Bupati Hj Noormiliyani berharap keberadaan keberadaan Kampung Mahelat Lebo Covid-19 ini benar-benar sesuai harapan dan tidak sekadar di atas kertas.


Ia menginginkan keberadaan kampung tangguh ini bisa berjalan efektif serta semakin meningkatkan semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakatnya semakin tinggi.

Berita Lainnya

122 ASN Diambil Sumpah secara Virtual

1 dari 171
Loading...


“Yang lebih utama keberadaan Kampung Mahelat Lebo Covid-19 ini benar-benar sesuai harapan yaitu mampu berperan menekan penyebaran Covid-19,” paparnya.


Noormiliyani menjelasan, dibentuknya kampung tangguh di Batola ini dalam rangka mempersiapkan berakhirnya pelaksanaan PSBB Jilid 2.


Sementara itu, Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno SIK MH menambahkan, dibentuknya Kampung Tangguh Mahelat Lebo dalam rangka mempersiapkan berakhirnya masa PSBB Jilid 2 di Batola.

Dengan harapan, lanjutnya, ketika berakhir PSBB langkah-langkah pendisiplinan masyarakat sudah terbentuk sehingga penerapannya bisa terus berlanjut.


Menyinggung dipilihnya Desa Kolam Kiri dan Karya Tani sebagai Kampung Tangguh, Bagus menerangkan, karena kedua desa tersebut memenuhi kriteria yaitu ada yang terkonfirmasi positif dan ada pula yang bersih dari paparan Covid-19.


“Dalam pelaksanaan nantinya yang positif kita tekan supaya berakhir dan yang bersih virus kita pertahankan,” paparnya.


Bagus berharap, dengan didirikannya Kampung Tangguh Mahelat Lebo Covid-19 ini partisipasi masyarakat semakin tinggi dan bisa bekerjasama dengan pemerintah sekaligus menjadi contoh bagi desa lainnya.


Keberadaan Kampung Tangguh di Desa Kolam Kiri dan Karya Tani ini dilengkapi berbagai sarana, salah satunya dengan didirikannya posko yang dilengkapi fasilitas komunikasi, serta dalam pengelolaannya melibatkan berbagai unsur seperti aparat desa, para relawan, taruna, babinkamtibmas dan babinsa.(ag/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya