Dinkes Diminta Tetap Galakan Program Asupan Gizi

Banjarmasin, KP – Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Yunan Chandra meminta agar pihak Pemko melalui Dinas Kesehatan secara rutin melaksanakan program pemberian asupan gizi bagi ibu dan bayi.

” Meski saat ini Dinas Kesehatan dan semua pihak fokus dalam mempercepat penanganan wabah virus corona (Covid-19), namun program kesehatan ibu dan bayi harus tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, kepada (KP) Rabu (25/6/2020), program itu harus terus digalakan dalam kerangka untuk menekan tingkat kematian ibu dan bayi .

“Masalahnya, karena di daerah ini termasuk Kota Banjarmasin angka kematian ibu dan bayi masih tergolong tinggi,”ujarnya.

Yunan Chandra mengemukakan, upaya menggencarkan asupan gizi bagi ibu dan bayi diantaranya dilakukan melalui pemberiaan makanan tambahan bagi ibu hamil kekurangan energi kalori, pemberiaan tablet Fe bagi ibu hamil anemia, dan conceling gizi seimbang.

Anggota komisi diantaranya membidangi masalah kesehatan ini berharap, kegiatan itu harusnya di lakukan secara berkelanjutan dan konsisten baik melalui posyandu maupun di puskesmas-puskesmas.

Berita Lainnya
1 dari 1.383
Loading...

Selain itu ujarnya, Dinas Kesehatan juga diharapkan terus memberikan memberikan penyuluhan agar ibu hamil menjaga kesehatannya serta secara rutin memeriksakan kehamilannya.

Tidak kalah penting penting lanjut Yunan Chandra perlunya himbauan agar ibu hamil saat melakukan persalinan di tempat kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit atau dengan bidan yang sudah ditugaskan pemerintah kota.

“Demikian juga untuk balita, Dinas Kesehatan harus melakukan pemantauan tumbuh kembang balita melalui kegiatan di posyandu, hingga di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bahkan Taman Kanak-Kanak (TK),” ujarnya.

Lebih jauh dikemukakan langkah preventif lain yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan penemuan kasus gizi buruk melalui investigasi tim pelacak kasus gizi buruk puskesmas, bersama kader dan masyarakat di wilayah masing-masing.

Yunan Chandra mengemukakan, meski dalam beberapa tahun terakhir angka kasus penemuan gizi buruk di kota Banjarmasin terus mengalami penurunan, namun angka kematian ibu dan bayi di kota ini masih tergolong cukup tinggi.

Pada bagian lain ia mengakui, jika tingginya angka kematian ibu dan bayi ini tidak terlepas juga dipengaruhi faktor usia saat persalinan . Terutama ibu hamil masih berusia muda yang sebenarnya dari segi kesehatan belum siap melahirkan.

“Karena itu untuk menghidari resiko masyarakat perlu menyadari untuk mengindari pernikahan atau perwakawinan pada usia dini, “katanya. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya