Harga Ayam Pedaging Masih Bertahan Tinggi

Sebelumnya harga jual ayam ras ukuran besar dijual Rp48 sampai Rp45,000 saat ini dijual dengan harga Rp50,000 sampai Rp53,000 dan harga ini dianggap sudah paling tinggi.

BANJARMASIN, KP – Harga ayam ras potong masih bertahan tinggi dijual atas Rp40,000 per ekornya dijual disejumlah pasar tradisional di Banjarmasin.

Dari informasi yang didapat wartawan Senin pedagang ayam kiloan di Pasar Lama dan Pasar Teluk Dalam harga ayam ras kiloan hingga saat ini dari minggu-keminggu tidak ada tanda turun harga karena perkilo dari agen besar sudah Rp35,000 perkilonya disemua ukuran.

Siti penjual ayam Pasar Lama menjelaskan, sejak mulai dikandang Basirih dimana sebelumnya Rp24,000- per kilonya sekarang naik menjadi Rp30,000 dan naik lagi menjadi Rp35,000 per kilo dalam minggu-minggu ini.

“Sehingga kami sebagai pengecer hanya mengikuti saja mekanisme harga ini,” jelasnya.

Sebelumnya harga jual ayam ras ukuran besar dijual Rp48 sampai Rp45,000 saat ini dijual dengan harga Rp50,000 sampai Rp53,000 dan harga ini dianggap sudah paling tinggi.

  “ Alhamdulillah, meskipun harga ayam ras ukuran kecil dan besar naik namun pembelian masih bagus 30 sampai 50 ekor bisa habis terjual setiap harinya minggu-minggu ini,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Ditambahkan Nia penjual ayam ras Pasar Teluk Dalam lainnya, harga ayam ras naik seperti ini sangat tidak menguntungkan penjual dan pembeli karena ayam akan lambat habis untuk harga Rp35,000 sampai Rp40,000 untuk ukuran kecil dan sedang besar dijual Rp53,000. 

“Sebagai pedagang kami berharap harga ayam ras ini tidak naik lagi seperti sebelumnya karena bila naiknya terlalu tinggi kami para penjual eceran yang paling dirugikan, kami minta dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga ayam ras kiloan ini jangan sampai ada permainan para broker lagi,’’keluhnya.

Dikatakannya, tingginya ayas ras saat ini karena menurut info paska lebaran ini ayam ras lokal banyak dijual keluar seperti Kalteng dan Kaltim karena harga perkilonya lebih menguntungkan para broker atau pengumpul.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Birhasani kepada wartawan menjelaskan, kenapa harga ayam mahal karena beli mereka sudah tinggi perkilonya persatuan peternak ayam mencapai hingga mencapai Rp35,000 perkilonya ini sudah jauh diatas HPP Rp19,000 sampai Rp20,000 Dinas Peternakan.

Seharusnya kalau di HPP Rp19 sampai Rp20,000 sedangkan diperternak dikandang dijualnya Rp29,000 seharusnya Rp20,000 saja jadi mereka jual diatas HPP naik hingga Rp9000 kalau mau turun harga ayam turunkan dulu ayam ditingkat peternak.

“ Jadi karena mereka beli sudah mahal dulu sehingga harga jualnya juga naik ditingkat pedagang kalau murah perkilonya pedagang eceran jual pasti murah juga,” ungkapnya.

Permasalahan lainnya ditingkat peternak yang saya dapat info ada kenaikan bibit ayam atau doc sekitar Rp500 dari Rp7000 menjadi Rp7500 inipun naik bibitnya tidak terlalu besar, selain itu peternak mereka rugi selama tiga bulanan ini mereka kelebihan produksi sehingga rugi dan peternak kecil modal kecil banyak gulung tikar ketika harga ayam turun harga beberapa bulan lalu.

“ Saya optimis beberapa bulan ini harga ayam akan normal kembali tidak ada lagi harga Rp40,000 karena produksi sudah mulai normal, mungkin saat-saat ini para peternak ambil untung karena mereka tiga bulan lalu rugi besar dan inilah mekanisme pasar,” tutup H Birhasani. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya