Ikan Asin Terdongkrak Naik

Banjarmasin, KP – Mulai terdampak pada pasokan ikan laut segar semakin berkurang dan mulai naiknya semua jenis ikan kering akhir-akhir ini disejumlah pasar tradisional Banjarmasin.

Salah satu pedagang ikan kering di Pasar Harum Manis Banjarmasin Rabu, H Ramsi kepada wartawan mengungkapkan, kebanyakan ikan asin dipasok dari pesisir Kalimantan Selatan, seperti daerah Pagatan Tanah Bumbu, Asam-Asam dan Jorong Tanah Laut serta kawasan Kotabaru.

“ Saat ini, pasokan ikan segar laut memang berkurang dibanding beberapa bulan sebelumnya karena karena cuaca yang kurang bersahabat banyak para nelayan tidak berani melaut,” jelasnya.

Kebanyakan pasokan ikan asin yang didatangkan dari berbagai daerah di banua ini, merupakan ikan hasil tangkapan sebelum cuaca buruk atau stok lama.

Diakui Ramsi, meski persedian ikan asin cukup melimpah di Pasar Harum Manis, namun minat beli masyarakat menurun drastis masa pandemi ini bahkan, kualitasnya juga menurun jika dibanding musim kemarau.

Pasokan ikan yang berkurang, sehingga harga eceran per kilogram juga mengalami kenaikan sebelumnya seharga Rp90 ribu sekarang naik jadi Rp100 naik lagi menjadi Rp110 ribu per kilogram untuk ikan asin telang.

Berita Lainnya
1 dari 854

Menurutnya, kebanyakan para nelayan takut melaut karena gelombang masih tinggi di beberapa perairan yang jadi wilayah tangkapannya.

Lagi pula, saat musim penghujan ini, penjemuran ikan asin juga terkendala sehingga kualitas ikan kering juga menurun dibanding saat musim kemarau,ini juga jadi salah satu pertimbangan para pembeli.

“Memang, angka penjualan ikan asin tidak seramai bulan-bulan yang lalu, kebanyakan ikan dibeli dari jumlah besar atau partaian, namun kami juga melayani secara eceran,” katanya.

Menurutnya, ikan asin juga laut bukan makanan pokok bagi masyarakat Banjarmasin, karena pilihan utamanya tetap pada ikan segar makanya, penjualan masih normal namun harga naik.

Ditambahkan Hj Yani penjual ikan asin pasar Teluk Dalam, untuk ikan peda Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu, selungsungan dari Rp45 menjadi Rp50 ribu, lajang Rp40 menjadi Rp45 ribu, otek menjadi Rp70 ribu dan ikan kering menangin Rp60 naik jadi Rp70 ribu perkilonya.

“Memang ikan asin ini hanya selingan saja, jadi tidak seramai pembelian pada ikan segar kalau bicara omzet penjualan tidak terlalu menggembirakan namun, tiap hari, ada saja yang membeli ikan asin dalam jumlah kecil ditempat saya saat korona ini,” ucap Hj Yani. (hif/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya