PPDB Online Segera Dimulai

Banjarmasin, KP – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan segera dilaksanakan, menyusul ditetapkannya tahun ajaran baru 2020 dimulai pada 13 Juli 2020.


“Jadi kita harapkan orangtua bisa mempersiapkan diri untuk mendaftarkan anaknya di berbagai jenjang pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, M Yusuf kepada KP, Senin (15/6/2020), di Banjarbaru.


Rencananya, penerimaan peserta didik baru akan dimulai pada 29 Juni hingga 1 Juli 2020 di berbagai jenjang pendidikan, terutama sekolah menengah, mulai SMA, SMK dan SMP.


“Penerapan zona hanya berlaku untuk SMA, sedangkan yang lainnya tidak berlaku sistem zona,” jelasnya, usai evaluasi dengar pendapat (EDP) yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel.


Ditambahkan, sistem zona menerapkan PPDB sebanyak 50 persen, pemindahan orang tua lima persen, afirmasi 15 persen dan anak berprestasi 30 persen, sehingga komulatif 100 persen.


Yusuf mengungkapkan, karena kondisi tidak kondusif di tengah pandemi Covid-19, maka penerimaan peserta didik baru dilakukan dengan menggunakan sistem online, dimana sekolah sudah mempersiapkan hal ini.

Berita Lainnya
1 dari 1.418
Loading...


“Sekolah sudah menyiapkan perangkat untuk mendukung penerimaan menggunakan sistem online, sehingga tidak perlu lagi berkerumun mendatangi sekolah,” tegas Yusuf.


Untuk itu, orangtua bisa segera mendaftarkan anak ke sekolah, sehingga tidak ada anak usia sekolah yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan. “Jika tidak tertampung di sekolah negeri, maka bisa mendaftarkan di sekolah swasta. Diharapkan PPDB bisa berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” ujarnya.


Lebih lanjut diungkapkan, walaupun tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020, namun tidak berarti anak sekolah hadir pada tanggal tersebut, karena melihat situasi dan kondisi Covid-19 di Kalsel.


“Kalau masih dalam status darurat dan data masih menunjukan peningkatan kasus positif, maka peserta didik baru dipastikan tidak hadir di sekolah,” kata Yusuf.


Bahkan dimungkinkan tahun ajaran baru dimulai dengan sistem daring hingga kondisi memungkinkan, dengan penurunan jumlah kasus dan persiapan new normal, termasuk kemungkinan anak hadir ke sekolah secara bergantian.


“Kita juga sudah menyiapkan kemungkinan penerapan new normal, dengan pembatasan jumlah peserta didik yang hadir agar bisa menerapkan jaga jarak, penggunaan masker dan penyediaan sarana cuci tangan,” jelasnya.


Kemudian, ruang kelas harus rutin disemprot disinfektan dan penyediaan handsanitizer. Termasuk anak sekolah yang hadir tidak diperkenakan singgah kemana-mana, langsung dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. (lyn/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya