Sisa Anggaran Dinkes Penanganan Covid-19 Tersisa Rp 15 Miliar

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat rumah sakit semakin kewalahan dalam memberikan pelayanan bagi pasien yang terpapar penyakit menular

BANJARMASIN, KP – Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin meminta, agar sisa anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Kesehatan dalam penanganan virus corona (Covid-19) diprioritaskan untuk melengkapi sarana dan prasana Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah.

“Seperti untuk penambahan fasiltas bed tempat tidur pasien, menambah Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis dalam kerangka menunjang pencegahan dan persecapatan penangan Covid-19,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali.

Kepada sejumlah wartawan, Selasa (9/6/2020) ia mengemukakan, berdasarkan evaluasi serapan anggaran untuk Dinas Kesehatan dalam penanganan Covid-19 masih tersisa sebesar Rp 15,4 miliar dari dialokasikan Rp 41,5 miliar.

Menurutnya, terus meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat rumah sakit semakin kewalahan dalam memberikan pelayanan bagi pasien yang terpapar penyakit menular tersebut. Tak terkecuali Rumah Sakit Sultan Surianyah.

Ia mengemukakan, sebagai salah satu tempat rujukan Covid-19, rumah sakit milik Pemko Banjarmasin dan baru dioperasikan sekitar akhir September tahun lalu itu kini kekurangan bed tempat tidur untuk pasien Corona. Disebutkan, saat ini bed di RS Sultan Suriansyah baru tersedia hanya sekitar 12 tempat tidur.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

“Dengan anggaran yang masih tersisa tersebut, ditargetkan paling lambat Juli bulan depan RS Sultan Suriansyah memiliki sebanyak 100 tempat tidur,” ujarnya, seraya menambahkan selain, sisa anggaran tersedia, rencananya Pemprov Kalsel akan memberikan bantuan sebesar Rp 15 miliar.

Sebelumnya secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui, hingga saat ini jumlah pasien virus corona yang mendapat perawatan di RS Sultan Suriansyah terus bertambah. Sementara sarana dan prasarana yang dimiliki masih sangat terbatas, termasuk tempat tidur yang baru tersedia 12 bed.

“Atas kekurangan ini terpaksa Rumah Sakit Sultan Surianyah menjadikan sebagian ruang Unit Gawat Darurat (UGD) tempat tidur perawatan pasien Covid-19,”ujarnya.

Menurutnya mengatasi keterbatasan ruang perawatan tersebut, pihaknya sudah mengusahakan tambahan bed. Bed tambahan lanjut Machli, telah diajukan Pemko Banjarmasin termasuk peralatan medis penunjang lainnya, sebanyak 100 pcs.

“Dalam waktu dekat akan datang 30 bed khusus pasien Covid-19. Termasuk juga peralatan medis lainnya,” ucap Machli Riyadi.

Menurutnya, keterbatasan lain dihadapi Rumah Sakit Sultan Suriansyah belum dimilikinya peralatan PCR, sehingga hanya mengandalkan satu – satunya alat PCR untuk tes Swab di Banjarbaru milik Pemprov Kalsel.

Machli menegaskan, keterbatasan peralatan dan perlengkapan medis merupakan kendala serius dalam penanganan Covid-19 di Banjarmasin. “Sementara untuk peralatan yang lebih lengkap hanya ada di RS Ulin. Jika RS Sultan Suriansyah tidak sanggup lagi, mau tidak mau pasien dirujuk ke RSUD Ulin,” bebernya. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya