Insentif ini sebagian diambil dari anggaran Percepatan Penanganan CoVID-19 yang baru kembali direalokasi untuk kelima kalinya oleh Pemko Banjarmasin
BANJARMASIN, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memberikan insentif sebesar Rp1,5 juta kepada sekitar 1.800 RT di kota berjuluk seribu sungai ini.
Insentif ini digunakan untuk mendukung program pembentukan Kampung Sehat, dan Kampung Tangguh Banua di masa pembatasan sosial berskala kecil (PSBK).
Insentif ini sebagian diambil dari anggaran Percepatan Penanganan CoVID-19 yang baru kembali direalokasi untuk kelima kalinya oleh Pemko. Dari semula hanya Rp51 miliar, menjadi Rp170 miliar.
“Hanya beberapa yang baru menggunakan. Karena nota dinas persetujuannya baru seminggu yang lalu. Proses pencairannya mungkin dibantu oleh pihak kelurahan,” ucap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Senin (06/07/2020).
Ibnu menjelaskan, dalam pembentukan kampung tangguh ini juga Pemko juga menyokong dari segi lumbung pangan. Dikelola oleh Dinas Sosial serta didukung oleh Bulog untuk stok beras guna membantu program tersebut.
“Awalnya kita memang meminta partisipasi masyarakat, walaupun juga kebutuhan pemenuhan lumbung pangan dibantu Dinsos. Di Bulog kita masih punya cadangan beras untuk bencana untuk memenuhi kebutuhan di kampung tangguh,” jelasnya.
Selain itu Ibnu menjelaskan, realokasi anggaran Rp170 miliar itu juga digunakan untuk keperluan lain. Khususnya yang paling banyak menyedot anggaran untuk biaya tak terduga Dinas Kesehatan. Termasuk pembelian alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
“Yang paling banyak menyedot biaya tak terduga untuk bidang kesehatan. Apalagi dilihat kondisi seperti saat ini. Mau tak mau harus beli PCR sendiri, mau tak mau harus dialokasikan,” bebernya.
Meski Pemerintah Provinsi Kalsel sudah mendapat bantuan alat tersebut dari Pemerintah Pusat, akan tetapi menurut Ibnu lebih efektif jika Banjarmasin memiliki sendiri.
“Karena kita perlu cepat dalam pemeriksaan, jangan sampai spot jantung terus karena angkanya baru keluar seminggu lagi,” katanya.
Meski harganya mahal menurut Ibnu, pembelian alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) ini tak akan mubazir meski wabah virus Corona berakhir. Sebab alat tersebut juga bisa digunakan untuk keperluan lain.
“PCR ini juga bisa digunakan setelah CoVID-19 . Karena bisa juga untuk pemeriksaan halal haram, dan pemeriksaan virus aids dan sebagainya,” pungkasnya. (sah/K-3)