Corona Tak Pengaruhi Permintaan Hewan Kurban

Banjarmasin, KP – Wabah virus Corona atau CoVID-19 yang saat ini terjadi hingga berdampak terhadap ekonomi masyarakat rupanya tak mempengaruhi terhadap permintaan hewan kurban untuk keperluan Hari Raya Idul Adha 2020.

Pasalnya, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin mempersilahkan bahwa permintaan hewan kurban akan tetap seperti tahun 2019 lalu, yakni mencapai dua ribu lebih.

“Walaupun ada corona kayanya tetap. Taksiran keperluan kita di Banjarmasin mencapai dua ribu lebih,” ujar Kepala Bidang Peternakan DKP3 Banjarmasin Anwar Ziyadi, Rabu (01/07/2020).

Anwar menerangkan, tak berpengaruh permintaan ini disebabkan masyarakat cenderung sudah memiliki tabungan untuk ibadah kurban yang diperkirakan jatuh pada 30 Juli mendatang. 

“Karena di tempat kita ada tabungan rutin jadi nggak terlalu berpengaruh. Kecuali dadakan,” katanya.

Lebih lanjut, dari dua ribu keperluan tadi, saat ini ada tiga ratus hewan kurban yang sudah sampai di tempat-tempat penampungan, seperti di RK ilir maupun di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih.

“Sudah mulai datang tapi belum full. Yang sudah datang ada sekitar tiga ratus. Sudah kami dipantau,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

Anwar melanjutkan, hewan kurban ini tak hanya didatangkan dari lokal, seperti Kabupaten Barito Kuala, Banjar, maupun Tanah Laut. Akan tetapi juga ada dari luar pulau. 

“Kalau luar ada dari Provinsi Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Ia memprediksi, pemesanan hewan kurban ini seluruhnya sudah tiba paling lambat sepekan sebelum hari Idul Adha. 

Sesampainya di rumah penampungan pihaknya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, untuk mencegah adanya virus hewan yang bisa membahayakan manusia.

“Kita lakukan tiga kali pemeriksaan. Pertama di daerah asal sebelum hewan dikirim. Kemudian tiba di rumah penampungan, dan terakhir di tempat-tempat penjual,” imbuhnya.

Adapun terkait harga, untuk tahun ini menurut Anwar tak mengalami perbedaan yang signifikan dari tahun lalu. Dimana untuk sapi dibandrol Rp 14.000.000 lebih, sedangkan kambing Rp 2.500.000 per ekor. 

Selain itu, DKP3 Banjarmasin juga akan melakukan penyuluhan terkait pelaksanaan pemotongan hewan dengan menerapkan protokol CoVID-19 yang mana menyasar masyarakat umum maupun panitia kurban. 

Panitia kurban juga diminta untuk mengantarkan daging kurbannya ke rumah-rumah warga, agar tak terjadi kerumunan saat pengambilan daging kurban. “Kita imbau warga untuk menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya