Era New Normal Omzet Penjualan Rokok Tumbuh

Banjarmasin, KP – Sejak penerapan era new normal di Kalsel dan Kalteng mulai berdampak besar pada penjualan rokok Red Bold grup yang omzet mulai bergerak naik dari sebelumnya

Regional Sales Manager (RSM) Kalimantan PT Bintang Sayap Utama Banjarmasin H Junaidi kepada wartawan Selasa menjelaskan, memasuki era new normal ini penjualan rokok Red Bold grup dengan berbagai jenis mulai mengalami kenaikan.

“Kenaikan terjadi diwilayah perkotaan seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar hingga wilayah Kalteng omzet kami terus naik hingga saat ini,’’ bebernya.

Ada banyak produk jenis rokok BSU yang masuk diwilayah Kalimantan yang disukai warga banua menengah kebawah karena harga jual rokok sangat terjangkau kantong saat musim pandemi ini.

“ Alhamdulillah sejak bulan ini penjualan rokok kita mulai tumbuh atau naik dari sebelumnya naik hingga 20 persen dengan basis kita wilayah perkotaan terbanyak naiknya,” sebut Junaidi.

Ditengah persaingan dan kondisi pandemi saat ini manajemen Banjarmasin terus menjaga distribusi dan kestabilan harga jual rokok dikonsumen, jangan sampai rokok kita kosong dikonsumen hingga harga akan berfluktuasi dan pihaknya terus perkuat tim dilapangan.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

“ Dalam sebulan saat ini kita bisa keluarkan hingga 6000 karton walaupun saat sebelum corona bisa sampai 8000 karton kita jual dipasaran bahkan tahun lalu hingga 10,000 karton dan penjualan kita termasuk yang terbesar di Indonesia,” ungkapnya bangga.

Bahkan hingga saat ini tidak ada satupun yang di PHK atau dirumahkan karyawan kita seperti perusahaan lainnya karena dampak pandemi corona.

“ Kami saat ini bisa pimpin pasar secara market terutama dikota yakni merk Red Bold mengalahkan merk terkenal lainnya saat ini, pedagang besar tidak akan lengkap jualan rokok tanpa ada grup Red Bold,” tambah Kepala Cabang BSU Banjarmasin Dian.

Sebelum corona rata-rata pendapatan kita diatas Rp60 miliar perbulannya hingga mencapai 7000 hingga 8000 karton untuk wilayah Kalselteng dan tim dan Kalsel termasuk posisi terbesar di Kalimantan bahkan secara nasional kita ini paling terbesar di Indonesia atau menjadi leader.

“ Merk Red Bold ini hanya ada di Banjarmasin, Malang, Palembang, Ujung Pandang dan Malang sebagai pabriknya dan setiap kota mendapatkan 3 miliar batang pertahunnya dan dibanua kita bisa mencapai 10 kontainer per minggu dan pabrik hanya bisa menyediakan 7 sampai 8 kontainer saja artinya masih kurang,” ungkapnya.

Disingung pasokan rokok ilegal yang marak beredar saat ini, ditambahkannya, masuknya rokok ilegal tentu sangat merugikan rokok legal karena mereka biasanya bungkusnya mengikuti rokok legal dan dari sisi harga jual justru lebih murah.

Bahkan menurut informasi, setiap minggunya rokok ilegal ini masuk Banjarmasin untuk diedarkan ke luar kota Banua Enam hingga Kalteng mencapai 3 kontainer setiap pengiriman, ini agar menjadi perhatian pihak Bea dan Cukai Banjarmasin serta Kepolisian daerah karena mereka jelas-jelas rokok tanpa cukai yang merugikan negara. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya