Ibu Rumah Tangga Diimbau Manfaatkan Makanan Agar Tidak Terbuang

Kandangan, KP – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengikuti kegiatan Kampanye “Food Loss and Waste” Selasa (28/7/2020) di Aula Rakat Mufakat, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten HSS.

Kegiatan kampanye yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten HSS Isnaniah Achmad FIkry dan Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten HSS Srie Astuti Syamsuri Arsyad.

Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Isnaniah Achmad Fikry menerangkan, kegiatan kampanye tersebut bertujuan untuk mengimbau kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk lebih bisa memanfaatkan makanan sebaik mungkin dan tidak berlebihan, agar bahan maupun makanannya tidak terbuang percuma.

Sebab terangnya, para Ibu rumah tangga memiliki peranan penting dalam menentukan jenis makanan yang dikunsumsi keluarga.

“Hal ini selaras dengan ajaran islam, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang berbunyi , hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan,” ucap isnaniah, mengutip Alquran surah Al-A’raf Ayat 31.

Berita Lainnya
1 dari 247
Loading...

Isnaniah mengimbau kepada masyarakat, khususnya Ibu-ibu agar di tengah pandemi ini untuk dapat memanfaatkan bahan pangan sebaik mungkin. “Seperti memilih bahan pangan sesuai kebutuhan dan tidak membeli secara berlebihan, karena akan sangat disayangkan apabila bahan pangan itu terbuang dan menjadi sampah,” ucapnya, menekankan.

Peserta kampanye harapnya, nantinya dapat meneruskan ilmunya di lingkungan masing-masing, dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar. Sehingga bisa menjadi rantai informasi yang menyebar, dan menjadi pemaham bagi seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Suparno menuturkan, Kampanye itu bertujuan untuk merubah mindset masyarakat, saat makan tidak habis lalu dibuang agar bisa diubah dengan cara makan sedikit demi sedikit, maupun dengan makan secukupnya.

Diungkapkan Suparno, Indonesia menempati urutan ke-2 dalam hal kehilangan makanan yang siap untuk dimakan atau tidak habis, setelah Arab Saudi di urutan pertama.

“Kita kehilangan hasil yang siap untuk dimakan mencapai 3x lipat, mulai dari proses produksi sudah kehilangan sekitar 15 persen, ketika siap makan mencapai 40 persen, dan sisanya adalah makanan yang kadaluarsa,” papar Suparno.

Kegiatan itu, turut diikuti oleh Ketua DWP Kabupaten HSS Elyani Yustika Muhammad Noor, Kabid Ketahanan dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSS, para pengurus TP PKK Kabupaten HSS, serta karyawan-karyawati Dinas Ketahanan Pangan HSS. (tor/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya