Kabar Penumpang Pesawat Meninggal di Bandara Syamsudin Noor Ternyata Hoax

Banjarbaru,KP – Menyusul beredar kabar di media sosial mengenai adanya salah satu warga Banjarmasin yang berprofesi sebagai pegusaha meninggal dunia di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan pasangannya yang saat sedang menjalani perawatan tengah kritis dengan dugaan terpapar Covid -19 dengan rute penerbangan dari Banjarmasin menuju Surabaya ternyata hoax.

Namun diperoleh kabar penumpang meninggalnya di Bandara Surabaya bukan meninggal di Bajarmasin. Akibat dari informasi ini dugaan masyarakat bahwa lemahnya pengawasan pihak Bandara terhadap surat keterangan hasil test calon penumpang dan adanya dugaan surat ASPAL (Asli tapi Palsu) yang dipergunakan penumpang untuk bepergian keluar daerah. Sehingga mengurangi kenyamanan para penumpang pesawat.

Berita Lainnya

Lagi, Gebrak Masker di Sungai Sumba

1 dari 357
Loading...

Menanggapi hal tersebut Humas Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menjelaskan bahwa isu tersebut tidak benar. “Tidak ada laporan demikian” ujar Aditya.

Khusus untuk Bandara Syamsudin Noor sendiri tetap menjalaskan protap dimana setiap penumpang akan melalui pemeriksaan dan diwajibkn mengisi aplikasi eHAC ( Healt Quarantine MoH Indonesua ) atau pakai manual kartu kuning dan melewati scanner thermo.

Aditya juga menjelaskn untuk surat keterangan bebas Covid-19 dari hasil PCR dan Rapid Test sudah diperpanjang sesuai denhan perubahan Surat Edaran (SE) No. 7 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Covid 19 dimana substansi yang berubah adalah masa waktu berlakunya PCR dan Rapid Test yang sebelumnya untuk PCR adlah 7 hari dan Rapid Tes 3 hari, kini berubah menjadi 14 hari masa waktu hasil PCR dan Rapi Test pada saat keberangkatan. (dev/k-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya