Pansus Peternakan Konsultasi ke Kementan

Banjarmasin, KP – Panitia khusus (Pansus) Raperda Peternakan Berkelanjutan di Kalsel berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjenakeswan) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Jakarta.


“Kita perlu konsultasi dengan Ditjenakeswan terlebih dahulu sebelum lebih jauh melakukan pembahasan terhadap Raperda tentang Peternakan Berkelanjutan,” kata Ketua Pansus Raperda Peternakan Berkelanjutan, Imam Suprastowo kepada wartawan, kemarin di Banjarmasin.


Menurut Imam Suprastowo, potensi usaha peternakan di Kalsel masih terbuka luas, walaupun luasan wilayahnya hanya 37.000 kilometer persegi.


“Kita berharap dengan sistem peternakan berkelanjutan bukan cuma untuk mencapai swasembada daging ternak, tetapi bisa surplus,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Ditambahkan, jika produksi daging ternak ini bisa surplus, maka akan memberikan nilai tambah bagi peternak sendiri maupun dalam membantu pertumbuhan ekonomi.


“Yang tidak kalah pentingnya, adalah kesehatan hewan peliharaan dan akan menjadi bahan konsumsi juga harus terjaga dengan baik,” jelas Imam Suprastowo.

Berita Lainnya

Swab Massal Bebani APBD Kalsel

Hutan Merupakan Modal Pembangunan

1 dari 69
Loading...


Imam Suprastowo mengharapkan agar Raperda tentang Peternakan Berkelanjutan tersebut dapat segera disahkan menjadi Perda provinsi setempat sehingga bisa menjadi payung hukum dalam tata kelola peternakan berkelanjutan.


Sebagai catatan, untuk kebutuhan daging sapi, termasuk buat ibadah qurban bagi masyarakat setempat, Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dan sebagian Muslim itu masih mendatang dari luar daerah.


Daerah yang menjadi pemasok kebutuhan sapi di Kalsel antara lain dari Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).


Padahal di Kabupaten Tanah Laut terdapat beberapa ladang ternak skala besar, seperti di Iman dan Gunung Keramaian.
Begitu pula hingga tahun 1960-an Kabupaten Kotabaru (sebelum pemekaran 2003) merupakan daerah pemasok kebutuhan daging kerbau bagi masyarakat di provinsi tersebut, seperti untuk acara maulidan di daerah hulu sungai Kalsel.


Selain itu, kabupaten paling timur Kalsel tempo dulu terkenal dengan kerbau kering, dan masyarakat hulu sungai yang mau membeli hewan ternak tersebut berjalan kaki melintasi kawasan Pegunungan Meratus.


Sementara kerbau rawa Kalsel terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dengan kawasan Danau Panggang-nya atau Alabio, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dengan rawa monoton Sungai Buluh yang menyatu dengan wilayah HSU. (lyn/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya