Pemkab HSU Terus Upayakan Pencegahan Stunting

REMBUG - Percepatan Stunting. (KP/Ist)

Amuntai, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) komitmen melakukan percepatan dan pencegahan serta penurunan stunting yang ditandai dengan penandatangan komitmen bersama.

Penandatangan komitmen bersama yang dilaksanakan belum lama tadi tersebut oleh Bupati HSU Drs H Abdul Wahid MM MSi, Wakil Bupati (Wabup) HSU H Husairi Abdi Lc, Ketua DPRD HSU Almien Ashar Safari, Sekretaris Daerah HSU H Muhammad Taufik, Ketua TP PKK HSU Hj Annisah Rasyidah Wahid, dan diikuti instansi di HSU.

Penandatangan komitemen bersama tersebut dilaksanakan belum lama tadi usai acara Rembuk Percepatan Pencegahan serta Penurunan Stunting melalui Vedio Conference di Mess Negara Dwipa beberapa waktu lalu. Kegiatan mengambil tema “Dengan Rembuk Stunting Cegah Stunting Untuk Generasi Menuju HSU Mantap”.

Dalam laporannya Sekretaris Daerah HSU selaku Ketua Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S) Kab. HSU H. Muhammad Taufik, S.Sos. MM menyampaikan tujuan kegiatan ini guna menyampaikan analisa rencana kegiatan penurunan stunting. Mendeklarasikan Komitmen bersama pemerintah daerah menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi dan membangun komitmen publik dalam menangani Stunting khususnya di HSU.

Bupati dalam sambutannya pada kegiatan rembuk Stunting tentunya sangat penting dilakukan, mengingat begitu besar resiko Stunting khususnya bagi anak balita, maka sudah selayaknya kita melakukan tindakan pencegahan terjadinya resiko Stunting sekaligus penurunan angka Stunting di HSU.

Berita Lainnya
1 dari 211
Loading...

Menurut bupati permasalahan pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) adalah jendela kehidupan yang paling penting terhadap pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika tidak kita cegah secara dini, permasalahan ini dalam jangka pendek menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual.

Wahid menyampaikan pemkab HSU melalui dinas kesehatan dan instansi terkait, telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mencegah dan menurunkan stunting, diantaranya dengan membuat kebijakan seperti, Perda Kabupaten HSU nomor 3 tahun 2014 tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita (kibbla) di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Perda Kabupaten HSU nomor 1 tahun 2016 tentang pemberian air susu ibu eksklusif, Perda Kabupaten HSU nomor 4 tahun 2016 tentang gerakan stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), serta beberapa Perda lainnya dan Pemantauan pertumbuhan di posyandu, Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja.

Untuk itu Bupati HSU mengharapkan, melalui kegiatan ini semua pihak dapat menyatukan persepsi dan komitmen serta mampu melakukan perencanaan koordinasi, evaluasi dan monitoring serta komunikasi dalam pencegahan dan penurunan masalah Stunting di HSU.

Rima Suharin dari Dirjen Bidang Bangda Kemendagri RI, menyampaikan apresiasi untuk HSU, dari data aksi konvergensi yang dilaksanakan tahun 2019 HSU dapat menuntaskan seluruh aksi kegiatan Konvergensi Percepatan Penanganan Stunting di HSU.

Rima berharap dengan kerjakeras dan kesungguhan ini semoga penurunan penurunan angka Stunting HSU bisa ke titik 0% dan menjadi juara di tahun 2020.

Apresiasi juga di sampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan Nurul Fajar Desira. DIkatakan untuk penanganan stunting di Kalsel HSU adalah yang paling depan. Namun Fajar tetap mengingatkan agar tidak berpuas hati, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. (nov/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya