Pemko Jangan Gegabah Tetapkan Zona Hijau

Penetapan status zona hijau harus berdasarkan fakta dan data di lapangan, bukan sekedar perkiraan.

BANJARMASIN, KP – Ditetapkannya enam kelurahan sebagai zona hijau oleh Pemko Banjarmasin terus menuai pro kontra.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya, SH MH mengingatkan, agar Pemko tidak gegabah menetapkan zona hijau dalam upaya mengantisipasi penyebaran wabah virus corona ( Covid-19).

Menurut Harry, penetapan status zona hijau harus berdasarkan fakta dan data di lapangan, bukan sekedar perkiraan.

” Masalahnya, karena kita tidak tahu pasti meski sudah ditetapkan zona hijau, namun masih cukup banyak warga di wilayah itu yang tidak terdeteksi terpapar virus corona,” ujarnya kepada (KP), Senin (27/7/2020).

Sebelumnya, Pemko menetapkan enam Kelurahan di Banjarmasin berubah status menjadi Zona Hijau penyebaran Covid-19.

Enam kelurahan itu adalah, Kelurahan Alalak Tengah, Belitung Utara, Kertak Baru Ulu, Kertak Baru Ilir, Mawar dan Kelayan Luar.

Berita Lainnya
1 dari 869
Loading...

Namun menurut Harry Wijaya sekali lagi kembali mengaku, agak sedikit bingung, ada kawasan di Banjarmasin sudah ditetapkan zona hijau.

“Masalahnya karena kasus Covid-19 di ibukota Kalsel ini belum menunjukan angka pengurangan. Klafikasi seperti apa ” tandasnya.

Pimpinan dewan dari F- PAN ini mengatakan, hingga Senin (27/7/2020), jumlah kasus Covid-19 di Banjarmasin masih menempati rangking tertinggi di Kalsel dengan jumlah 2.050 dinyatakan positif Covid-19.

Mengantipasi dan memercepat penanganan wabah yang menyerang hampir seluruh negara ini. Harry mengimbau, agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan dusiplin tinggi.

” Seperti memakai masker saat di luar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun dan selalu jaga jarak serta usahakan menghindari kerumunan,” himbaunya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Dr Machli Riyadi nengatakan, enam kelurahan dikategorikan zona hijau karena tidak ada kasus baru muncul di daerah tersebut. Sementara kasus lama di kawasan tersebut sudah nihil.

Namun ia juga mengingatkan, enam kelurahan itu tetap selalu waspada, karena bisa saja kembali berubah menjadi zona merah.

“Semua tergantung pada perilaku masyarakat agar selalu disiplin menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak dalam berinteraksi sosial,” kata Machli. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya