Rencana Pembentukan Pansus Covid-19 Timbul Tenggelam

Rapat yang digelar Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya itu sejumlah anggota maupun Fraksi di DPRD Kota belum seluruhnya satu suara dan ada sinyal menyatakan menolak

BANJARMASIN, KP – Rencana DPRD Kota Banjarmasin untuk membentuk panitia khusus (Pansus) virus corona (Covid-19) diprediksi hanya sekedar wacana.

Pasalnya karena hingga kini, tujuan dewan yang dimaksudkan melaksanakan tugas pengawasan khususnya terkait penggunaan anggaran percepatan penanganan pandemi wabah virus corona itu kadada buruniknya (tidak ada khabarnya-red) ) lagi .

Sebelumnya menyikapi usulan wacana pembentukan pansus ini, DPRD Kota Banjarmasin sempat beberapa kali menggelar rapat. Terakhir atas desakan sejumlah anggota dewan, rapat digelar tanggal 8 Juli lalu yang dihadiri perwakilan masing-masing fraksi.

Dalam rapat digelar dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya itu sejumlah anggota maupun fraksi di DPRD Kota Banjarmasin belum seluruhnya satu suara. Bahkan ada sinyal menyatakan menolak.

Dari delapan utusan fraksi di DPRD Banjarmasin, dua fraksi yaitu PKS dan Demokrat ternyata belum memberikan kepastian dukungannya, bahkan saat rapat berlangsung tidak ada satupun perwakilan dari Fraksi Partai Demokrat yang berhadir. Sikap sama juga khabarnya juga diambil F-PDIP.

Lantas apakah Pansus Covid-19 jadi dibentuk ? Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya mengemukakan, hasil keputusan rapat tersebut siap akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat paripurna intern. Namun rapat dijanjikan hingga kini belum juga terlaksana.

Padahal sebelumnya Harry Wijaya mengemukakan kepada KP rapat paripurna direncanakan dijaduwalkan tanggal 16 Juli lalu. “Dalam rapat paripurna itulah nantinya akan diputuskan disetujui atau tidaknya usulan pembentukan Pansus Covid-19,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.452
Loading...

Harry mengakui memang ada sejumlah fraksi yang masih belum mendukung dan sepakat untuk membentuk Pansus Covid-19. “Namun kami akan terus melakukan komunikasi dengan fraksi bersangkutan dan memberikan gambaran maksud serta tujuan sebenarnya pembentukan pansus tersebut,” ujarnya

Ketua Fraksi PKS DPRD Banjarmasin Mathari mengakui, jika fraksinya belum bisa menastikan apakah mendukung dan menolak pembentukan Pansus Covid-19.

“Masalahnya kan masih sebatas wacana, makanya kami bersama Fraksi Demokrat DPRD Banjarmasin belum menyatakan menolak atau setuju. Kita tunggulah nanti bagaimana perkembangannya nanti,”ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Bambang Yanto Permono. Kepada {KP} Selasa (28/7/2020) menyatakan, dari awal fraksinya tidak setuju jika dewan membentuk Pansus Covid-19.

Masalahnya menurut Bambang, jika Pansus dibentuk setidaknya dewan harus punya data awal terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang dilaksanakan pihak Pemko dan diduga menyalahi prosedur dan tidak sesuai peruntukkannya.

Sementara itu ketua Fraksi Golkar DPRD kota Banjarmasin Sukhrowardi mengaku, dirinya sudah melakukan banyak diskusi di lapangan dengan mendapatkan data yang cukup dalam memotret penanganan covid 19 yang selama ini dilakukan pemerintah kota Banjarmasin.

Sukhrowardi tidak membantah, jika di internal Dewan sendiri masih ada silang pendapat untuk memutuskan dibentuk atau tidaknya Pansus Covid-19.

“Sebab di kalangan antara dewan maupun fraksi sendiri yang tidak sependapat dibentuk Pansus lebih menginginkan memaksimalkan kinerja komisi dalam melakukan tugas pengawasan,” ujarnya. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya