Tolak Swab, Pakai Surat Penolakan

Banjarmasin, KP – Ada-ada saja tingkah warga kota Banjarmasin untuk menolak di swab. Tak cukup dengan lisan, penolakan pun dilakukan dengan tulisan.

Kemarin, Selasa (07/07/2020) Puskesmas Pekapuran dikejutkan dengan adanya surat penolakan warga untuk menjalani swab. Padahal dirinya dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test. 

“Jadi pagi tadi ada surat, dari warga yang beberapa kali didatangi tim satgas. Di rapid tes hasil reaktif, tapi tak mau diswab,” ucap Camat Banjarmasin Timur, Muzaiyin, Senin (07/07/2020).

Anehnya, surat penolakan yang dibuatnya itu juga dibubuhi tanda tangan warga sekitar, sebagai bentuk dukungan, plus tak ketinggalan materai Rp 6 ribu sebagai penguat.

Tentu penolakan dengan cara ini tergolong baru. Hingga membuat Muzaiyin agak sedikit bingung mengambil tindakan. 

“Kalau tanggapannya seperti itu perlu dipelajari lagi. Makanya kami minta tanggapan dari Dinkes dengan adanya surat itu,” ujarnya.

Menurut Zain sapaan akrabnya, tindakan seperti ini tentu tak dibenarkan. Sebab swab tindakan lanjutan rapid test yang sebelumnya dilakukan. Tujuannya tak lain guna kebaikan warga itu sendiri.

Berita Lainnya
1 dari 1.405
Loading...

“Memang reaktif, karena posisinya saat itu sakit. Dan saat di rapid reaktif. Kemudian sembuh. Sampai sekarang memang tanpa gejala. Apakah mengidap CoVID-19 kita kan tak tahu. Makanya diswab,” terangnya.

Zaiyin pun mengaku warga ini sebenarnya sudah beberapa kali diberikan pemahaman, dan dibujuk agar mau diperiksa, baik dengan cara kekeluargaan hingga melibatkan aparat. 

Akan tetapi ia tak habis pikir mengapa kali ini begitu keras dilakukan, sampai-sampai yang bersangkutan mengeluarkan surat pernyataan penolakan tersebut. 

“Dinamika penolakan ini macam-macam dengan bagai alasan. Permasalahan di sini memang agak komplek. Tapi kita terus berupaya sebagai bentuk keseriusan Pemko. Hari ini tadi padahal juga ada swab,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin, Machli Riyadi masih belum bisa menjelaskan terkait tindak lanjut persoalan ini. 

Pasalnya, dicoba dikonfirmasi Machli mengaku sedang sibuk. “Nanti, saya lagi rapat,” ujarnya kepada beberapa awak media saat dihubungi melalui telepon.

Perlu diketahui, hingga saat ini pasien yang terkonfirmasi positif di Banjarmasin sudah mencapai 1.530 kasus. Kemudian empat kelurahan masuk zona hitam. Salah satunya Pekapuran Raya dengan total pasien positif sebanyak 76 kasus. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya