Jadi Pusat Kajian Dunia, UPR Kembangkan Kawasan Pertanian Gambut

Palangka Raya, KP – Universitas Palangka Raya (UPR) kini fokus sebagai pusat kajian gambut dunia, dengan mengembang kan kawasan pertanian terpadu.

Areal pertanian terpadu yang digalakan oleh UPR berada di atas lahan milik kampus UPR, dengan luasan sekitar 5 Hektar. Di lokasi pertanian terpadu ini kedepannya akan mengembangkan edukasi pertanian, perikanan, peternakan, serta kehutanan.

Awal Februari lalu Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UPR Prof Dr Sulmin Gumiri PhD, Wakil Rektor Bidang Hukum Organisasi SDM dan Kemahasiswaan Prof Dr Suandi Sidauruk MPd, melakukan panen perdana sejumlah komoditas di kawasan lahan itu.

Hadir pula Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPR Dr H Suriansyah Murhaini SH MH, Dekan FISIP UPR Prof Dr Ir Kumpiady Widen PhD, beserta jajaran pimpinan UPT UPR.

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menyatakankan, melalui kawasan pertanian terpadu ini, UPR dapat menunjukan keseriusannya, untuk mengembangkan pusat kajian gambut dunia.

Menurut Rektor sektor pertanian memiliki pengaruh besar, tehadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terlebih lagi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berita Lainnya
1 dari 504

Disisi lain inflasi juga dipengaruhi oleh adanya fluktuasi harga pangan, hasil dari sektor pertanian, termasuk pula hasil dari perikanan, peternakan dan perkebunan holtikultura, yang menjadi bahan kebutuhan pokok manusia, paparnya.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini juga berharap, apa yang dilakukan hari ini, bisa berhasil. Dan sekaligus dapat menjadi model, dan contoh, untuk masyarakat dan dunia, dalam pengelolaan lahan gambut.

Di areal ini juga dapat menjadi wadah edukasi, terutama dalam memberikan pendidikan ‘life skill’, bagi para mahasiswa UPR. Sehingga, kedepannya para lulusan pertanian UPR, dapat memiliki kemampuan berwirausaha, memiliki daya saing, sehingga mudah terserap lapangan pekerjaan.

Poin penting lainnya, tehno part UPR guna mempersiapkan Kalteng menjadi daerah penyangga Ibukota Negara Baru penyediaan berbagai komoditas pertanian, perkebunan holtikultura, perikanan dan peternakan.

Ketua Tim Kawasan Pertanian Terpadu UPR Dr Nyahu Rumbang menjelaskan, pada kawasan pertanian terpadu ini, tidak hanya terfokus pada pengembangan sektor pertanian saja, tapi kedepannya juga akan mengembangkan sektor perikanan, dan peternakan, seperti ayam dan itik.

Dr Nyahu Rumbang mengaku melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu ini, menjadi salah satu upaya untuk menunjang peningkatan akreditasi dari Fakultas Pertanian (Faperta) UPR, beserta program studi yang ada didalamnya.

Di area ini kedepannya UPR dapat mengembangkan inkubator bisnis. , semua Perguruan Tinggi, dianjurkan membangun inkubator bisnis, supaya dapat melatih mahasiswa menjadi wirausaha muda. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya