Kebakaran Desa Lehai Barsel Kerugian Capai Rp 2,1 Miliar

amukan si jago merah, sedikitnya menghanguskan 11 unit rumah dan satu bangunan walet

BUNTOK, KP – Kebakaran hebat terjadi di Desa Lehai, Dusun Hilir, Barito Selatan, Kalteng, pada Selasa dini hari (18/8/2020) sekitar pukul 02.30 WIB.

Akibat amukan si jago merah, sedikitnya menghanguskan 11 unit rumah dan satu bangunan walet.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Polsek Dusun Hilir, kerugian akibat kebakaran diperkirakan capai Rp2,1 miliar lebih.

“Jumlah tersebut berdasarkan dari data yang berhasil dikumpulkan dari korban, yang rumahnya terkena musibah kebakaran,” kata Kapolres Barito Selatan, AKBP Devy Firmansyah melalui Kapolsek Dusun Hilir, Ipda Bukhari Nataatmaja, di Buntok, Rabu (19/8/2020)

Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran.

Menurut Bukhari, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, asal api dari bagian belakang rumah salah satu warga atas nama Junaidi.

Untuk penyebab terjadinya kebakaran itu masih dalam penyelidikan dan pihaknya sudah memasang garis polisi atau ‘police line’ yang diduga menjadi asal titik api.

Berita Lainnya

Lana Hujani Jukir dengan Pisau

Operasi Yustisi Perwali Wajib Masker Diperpanjang

1 dari 878
Loading...

Pada lokasi bagian belakang rumah yang diduga asal titik api itu juga dikumpulkan barang bukti berupa satu bungkus abu, timah lemari es yang sudah melebur dan piring seng yang masih terdapat sedikit obat nyamuk hingga penyangganya yang sudah terbakar.

Menurut dia, berdasarkan keterangan Junaidi, api diketahui pada saat terbangun dari tidur karena merasa gerah dan panas.

Junaidi kaget karena melihat api sedang berkobar di bagian atap rumah bagian belakang tepat di dapur rumah yang bersebelahan dengan kamar tempat tidurnya.

Kemudian Junaidi membangunkan kedua orang tua, serta pamannya yang sedang tidur di kamar sebelah untuk keluar rumah.

Selanjutnya Junaidi mengecek tabung gas kosong milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dititipkan di gudang depan rumahnya sebanyak 200 tabung gas dalam keadaan aman dan tidak terbakar, karena api berasal dari bagian belakang rumahnya.

“Junaidi menuju ke pinggir sungai membawa pompa air untuk menyiram api yang sudah membakar bagian belakang rumah dan tidak begitu lama warga berdatangan membantu memadamkan api,” jelas Ipda Bukhari Nata Atmaja.

Namun api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke rumah tetangga sebelah kiri dan sebelah kanan rumahnya yang terbuat dari bahan kayu itu.

“Junaidi tidak mengetahui penyebab kebakaran, karena pada saat terbangun, api sudah membesar menjalar ke atap bagian kamar tidurnya,” jelasnya. (yld/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya