Program Food Estate Perlu Dukungan Industri Hilir

Pulang Pisau, KP -Produksi pertanian khususnya padi di Pulang Pisau sangat melimpah dan diperlukan dukungan produksi hilir.

“Sebab dengan bertambah luasnya lahan pertanian melalui program Ketahanan Pangan (food estate) dari Pemerintah Pusat, hasilnya akan melimpah, sehingga perlu didukung produksi hilir untuk menampung hasilnya,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pulpis Slamet Untung Rianto, Rabu (26/8).

Dikatakannya untuk saat produksi hilirnya masih di bangun sistemnya, dan dimana melalui Edaran Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, terutama pada masa pandemi Covid-19 meminta agar Pemerintah Daerah untuk dapat membeli hasil panen masyarakat dan bahkan meminta untuk mengawasi hasil hasil pertanian masyarakat, agar tidak keluar Kalteng.

Karena, hasil panen itu nantinya untuk mencukupi kebutuhan pangan kita di Kalteng, dan untuk produksi hilir itu masih di bangun sistemnya seperti apa nantinya, diantaranya masuknya Bulog, dan termasuk BUMN yang masuk menyerap produksi hilirnya,” beber Slamet menjelaskan.

Jika ketersediaan pangan seperti beras di Kabupaten Pulpis tercukupi, bisa saja di pasarkan ke Kabupaten lain termasuk ke Pulau Jawa.

“Kita akui sampai sekarang kita belum ada suplayer untuk menampung hasil pertanian masyarakat kita itu. Dan yang jelas, pada tahun ini, kita ditargetkan sampai bulan Desember nanti seluas 10 ribu hektar untuk menanam padi itu,” terangnya.

Berita Lainnya
1 dari 122

Pada bulan September ini, ditargetkan lebih awal seluas 1.920 hektar, dan bahkan pihaknya di targetkan sampai bulan Desember seluas 10 ribu hektar, maka hasilnya akan sangat melimpah untuk produksi pertanian di Kabupaten Pulpis.

“Kita akui, memang harus ada dukungan untuk produksi hilir, dan tentunya harus bersinergi. Karena kita di pertanian ini, Tupoksinya bagaimana menanam itu baik, dan menghasilkan, tentunya itu sudah kami lakukan,” ucapnya.

Hanya saja, sambung Slamet, untuk mendukung hasil-hasil pertanian daerah ini, dan bahkan diakuinya pada tahun ini akan kembali surplus, masih belum didukung dengan produksi hilir dimaksud.

“Ya, semestinya untuk rantai pemasaran harus dibangun, untuk menjembatani kemana petani kita untuk menjual hasil pertaniannya. Dan sekarang masih belum ada yang menyambut itu,” terangnya.

Lanjut, Slamet, pihaknya menegaskan secara sitematis hasil pertanian khususnya padi di Kabupaten Pulpis sangat cukup melimpah, dan bahkan surplus 119.000 ton per tahun/ hasil angka statistik tahun 2019.

“Rata-rata untuk Kabupaten kita ini, untuk konsumsi sangat berlebih, dan kita masih sangat tercukupi, dan yang jelas kembali saya sampaikan perlu adanya sistem pemasaran yang harus dibangun,” pungkasnya. (sgt/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya