Banjarbaru Tawarkan Agrowisata Melon

Banjarbaru, KP – Banjarbaru menawarkan agrowisata melon, dimana pengunjung bisa menikmati sensasi memetik buah melon langsung di kebun, yang berada di Jalan Tambak Tarap atau Jalan Kasturi II, Kelurahan Syamsuddin Noor, Kecamatan Landasan Ulin.

Destanasi wisata baru ini cukup menarik minat pengunjung, yang ingin menikmati sensasi panen buah melon, terutama pada masa panen seperti sekarang.

Agrowisata ini dikembangkan kelompok tani Ngudi Rahayu, yang merupakan penghasil tanaman hortikultura di lahan seluas 30 hektare, bahkan menjadi penghasil hortikultura dan sayuran terbesar di Kecamatan Landasan Ulin.

Kelompok tani ini dibimbing Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Landasan Ulin yang bersinergi dengan KJF DKP3 Kota Banjarbaru.

“Tanaman melon yang dipanen saat ini seluas lima hektare dengan produksi 20 ton hingga 30 ton per hektare menggunakan varietas STR,” jelas Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Saqim.

Saqim menjelaskan, dibukanya agrowisata melon ini untuk meningkatkan harga jual melon yang diproduksi kelompok tani, karena harga jual ke pedagang hanya Rp4.000 per kilogram.

“Sedangkan dengan membuka agrowisata melon, petani dapat menjual dengan harga Rp8.000 per kilogram di kebun,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 388

Diungkapkan, keberadaan agrowisata melon ini sangat membantu petani, apalagi pada hari libur banyak dikunjungi masyarakat yang ingin memetik melon di kebun.

“Alhamdulillah, kalau hari libur banyak masyarakat yang berkunjung ke agrowisata ini, terutama hari Sabtu dan Minggu,” tambah Saqim.

Saqim mengharapkan, agar agrowisata melon ini bisa mendapatkan dukungan dari dinas terkait, terutama Pemko Banjarbaru untuk membantu memperbaiki jalan menuju lokasi kebun melon.

“Karena jalannya masih berlubang-lubang, namun lokasinya cukup strategis, dekat dengan bandara di Jalan Lingkar Utara,” jelasnya.

Selain tanaman melon, pengunjung juga bisa membeli sayuran yang dijual, seperti cabe, tomat, jagung dan lainnya yang berada di sekitar kebun melon.

“Ke depan, diharapkan lokasi ini bisa dikelola secara lebih baik dan professional,” tegasnya.

Disampaing itu, bisa menjadi salah satu obyek agrowisata yang menjadi salah satu alternatif tujuan bagi masyarakat yang ingin berwisata alam sambil belanja sayur dan buah. (dev/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya