Empat Tahun Menjabat, Ibnu Akui Ada Agenda Belum Tuntas

Deklarasi yang digelar Ibnu – Arifin memilih deklarasi yang anti manstreame di atas sungai dengan menggunakan kelotok (pergi mesin)

BANJARMASIN, KP – Bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin Ibnu Sina – Arifin Noor menggelar deklarasi kemarin, Rabu (09/09/2020).

Meski agak ketinggalan dari pasangan lain, yang lebih dulu melaksanakan sebelum tahapan pendaftaran pada 4 September lalu. Namun, rupanya ini menjadi momen agar ajang unjuk gigi itu tak ditiru pasangan lain.

Deklarasi yang digelar Ibnu – Arifin tergolong unik. Jika yang lain melaksanakan di gedung, mereka memilih deklarasi yang anti manstreame. Deklarasi Ibnu – Arifin digelar di atas sungai dengan menggunakan kelotok (pergi mesin).

Sebelumnya menuju lokasi deklarasi di depan Museum Wasaka, Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Utara. Ibnu – Arifin melakukan susur sungai Martapura yang dimulai dari dermaga penyeberangan Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Ada sembilan kelotok yang saat itu berkonvoi. kelotok tersebut dihiasi atribut pasangan Ibnu – Arifin, serta bendera partai pengusung seperti Partai Demokrat, PKB, dan PDI Perjuangan. Serta PSI sebagai partai pendukungnya.

Dalam kesempatan itu juga tak ketinggalan para perwakilan partai pengusung dan pendukung serta simpatisan Ibnu – Arifin. Termasuk anggota DPD RI Habib Abdurrahman Bahasyim selaku senat.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.398
Loading...

Usai deklarasi, Ibnu mengatakan bahwa, dirinya selaku petahana bersama wakilnya yang baru memiliki visi yang masih belum tuntas dikerjakan selama 4 tahun lebih menjabat sebagai walikota.

“Masih ada agenda yang masih belum tuntas kami laksanakan. Diantaranya bagaimana Banjarmasin sebagai kota cerdas. Juga penanganan sungai sebagai beranda kota. Kan baru Kampung Hijau, Kampung Biru, dan Muara Kelayan,” ujarnya kepada awak media.

Dia juga menyinggung soal penataan bantaran sunga yang dilakukan Pemko Banjarmasin selama ini. Tentunya memiliki dampak positif. Baik untuk sosial, ekonomi dan budaya.

“Kami berharap ini diteruskan sehingga pinggiran sungai dan pusat kota menjadi pusat perdagangan dan jasa dan itu jadi kebanggaan kebudyaan dan perekonomian kota,” bebernya.

Lebih jauh Ibnu mengklaim bahwa, selama dia menjabat sebagai walikota banyak yang dilakukan untuk Banjarmasin. Sehingga, apa yang dijanjikan pada periode pertama sudah terbukti dan bukan isapan jempol belaka.

“Apa yang kita lakukan ini bukan janji, tapi memang sudah terbukti,” katanya.

Selain itu, mereka juga sengaja berangkat untuk deklarasi dari Mantuil sebagai ujung kota sebab, pinggiran kota masih perlu banyak pembenahan. Sehingga diharapkan kedepan pembangunan infrastruktur di pinggir bisa dilakukan.

“Sengaja kami memulai langkah pagi ini dari Mantuil. Melintas di jembatan pulau Bromo. Itu selama ini terabaikan pembangunannya. Belum banyak tersentuh. Kami berharap sudut kota ini terbangun dengan baik,” tukasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya