Dr H Sarmidi, M.Kes AIFO
Manajemen Olahraga Pemerintah dan swasta

Dosen senior JPOK ULM Banjarbaru, membeberkan tentang manajemen olahraga pemerintah dan swasta, pada Pelatihan Manajemen Olahraga oleh Dispora Kalsel

Banjarmasin, KP – Dr H Sarmidi M.Kes,AIFO memaparkan, di Indonesia ada dua manajemen olahraga, yakni Manajemen Olahraga Pemerintah dan Manajemen Olahraga Non-Pemerintah (swasta).

Menurut Sarmidi sebagai narasumber pada kegiatan Pelatihan Manajemen Organisasi Olahraga, yang diadakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Prov Kalsel, di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. Manajemen olahraga Pemerintah adalah kegiatan manajemen yang dilaksanakan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, dengan seluruh jajarannya baik di pusat maupun daerah.

Kegiatan berpedoman pada UU RI No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional,PP 16,PP17, PP18 tahun 2007 dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan Manajemen Olahraga Swasta, adalah manajemen yang dilakukan dalam institusi olahraga non pemerintah, seperti KONI dengan seluruh anggotanya, yaitu induk organisasi cabang olahraga serta klub atau perkumpulan oolahraga yang menjadi anggota organisasi induk olahraga tersebut bersifat amatir.

Juga oleh KOI (Komite Olimpiade Indonesia), NPC (National Paralimoic Committee), FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) dan BPOP, dengan berpedoman pada AD/ART dan peraturan yang disepakati bersama.

Selain itu, tambah Sarmidi yang mantan Sekum KONI Kalsel ini, Manajemen Olahraga dibagi dalam tiga bagian besar, yakni Manajemen Lembaga/Institusi Permanen, seperti Kantor Olahraga Pemrintah, KONI, KOI,NPC,Formi, BPOP dan induk organisasi olahraga dan perkumpulan atau klub-klub olahraga.

Berita Lainnya
1 dari 245

Managemen Event (pesta olahraga), yakni yang dilaksanakan dalam berbagai macam event atau pesta olahraga, seperti KOSN, Porseni, Kejurprov, POPDA,KOPDA, Komda, Invitasi, Porprov, Popnas, Kejurnas, PON, Peparnas, Popnas, Peparpenas, Pomnas, Fornas, SEA Games, Asian Games, Olimpiade, Kejuaraan dunia dan event lainnya.

Manajemen fasilitas olahraga adalah manajemen yang dilaksanakan dalam mengelola fasilitas-fasilitas olahraga/venues, seperti syadion oolahraga, sport centre, kolam renang, fitness centre dan gedung-gedung olahraga.

Fungsi Manajemen dalam organisasi olahraga adalah, planning = perencanaan, Organizing = organisasi, Staffing = staf, Leading = pemimpin dan controlling = control.

Tugas manajemen olahraga, lanjut Sarmidi, perencanaan yakni pembinaan (rekruitmen dan pelatihan), pertandingan/perlombaan olahraga. Pengorganisasian pengurus dan Pembina olahraga klub/perkumpulan, pengkab/kota,pengprov dan PB/PP. Koordiniasi antara pemerintah, Pembina, masyarakat, orng tua atlet dan dunia usaha. Untuk pengendaliannya adalah AD/ART danperaturan yang disepakati., pungkas Sarmidi, dosen senior JPOK (Jurusan Pendidikan dan Olahraga Kesehatan) ULM Banjarbaru.

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, H Hermansyah meminta agar organisasi olahraga bisa semakin memaksimalkan peranannya dalam membina dan mengayomi cabang olahraga (cabor) yang dinaungi. Hal ini penting, mengingat organisasi olahraga menjadi sarana utama dalam menjembatani para atlet menuju prestasi. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan organisasi olahraga yang sehat dan manajemen yang baik.

Karena hal inilah, kata Hermansyah yang kemudian mendasari Dispora Kalsel menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Olahraga 2020 di Rattan Inn Banjarmasin.

“Sebagaimana diketahui, sehat dan tidaknya manajemen organisasi olahraga turut menentukan arah pembinaan cabang olahraga (cabor). Semakin sehat dan bagus manajemennya, maka semakin bagus pula hasil pembinaan cabor. Dengan demikian, makin besar pula peluang berprestasi pula cabor yang dibina,” ujar Kadispora Kalsel, H Hermansyah usai membuka pelatihan tersebut.

Ditambahkan Herman, dalam pelatihan tersebut, Dispora Kalsel menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang manajemen olahraga. “Kami hadirkan mulai dari pelatih, akademisi olahraga, praktisi dan peneliti olahraga, serta para atlet senior Kalsel. Peserta pelatihan ini adalah para perwakilan organisasi cabor sebanyak 56 orang,” sebutnya. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya