Massa Aksi Mahasiswa Tolak Dialog sampai Perpu Dikeluarkan

Banjarmasin, KP – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan, Ahdiat Zairullah menegaskan bahwa pihaknya menolak untuk melakukan dialog dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan.

Penegasan sikap tersebut diutarakannya lantaran sudah tidak ada rasa kepercayaan lagi tehadap wakil rakyat di Dewan Kalsel maupun di DPR RI.

“Mosi tidak percaya tetap kita gaungkan terhadap DPR RI dan DPRD Kalsel. Makanya kami tidak akan melakukan dialog lagi sampai dengan tuntutan untuk mengeluarkan Perpu itu dikabulkan,” ucapnya pada awak media, Selasa (20/10) siang.

Berita Lainnya
1 dari 1.094

Ia mengaku bahwa aksi serupa akan dilakukan dalam setiap minggu. “Intinya aksi ini akan berlanjut terus setia minggu akan kita upayakan untuk turun ke jalan,” ungkap Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Selain itu, dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedubg DPRD Kalimantan Selatan tersebut mereka juga membawa map merah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Di rezim ini sudah banyak terjadi pelanggaran HAM, seperti yang dialami saudara kita di luar daerah yang menerima tindakan refresif dri petugas pengamanan. Kemudian perekonomian negara yang semakin anjlok,” jelasnya.

Menurutnya, banyaknya kemunduran negara selama satu tahun kepemimpinan Jokowi. “Demokrasi dikebiri, HAM dilanggar, bahkan konflik-konflik agraria semakin banyak bergejolak di berbagai daerah,” tukasnya.

Ia mengaku masih memiliki sikap dan tuntuta yang sama, yakni mengeluarkan Perpu dalam waktu secepat-cepatnya.

“Diakhir aksi nanti akan kita bacakan narasi satu tahun Jokowi dan masing-masing mengngkat kertas merah,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya