Paslon Keluhkan Waktu Debat yang Terlalu Singkat

Banjarmasin, KP – Waktu penyampaian visi-misi dan menjawab pertanyaan yang sudah disediakan dalam Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Tahun 2020 tahap 1 dikeluhkan oleh paslon.

Calon Wali Kota nomor urut 1, Abdul Haris Makkie mengatakan jika waktu yang disiapkan untuk menyampaikan materi terlalu singkat. Pasalnya beberapa kali saat ia dan pasangannya Ilham Noor menyampaikan materi baik jawaban pertanyaan dari moderator maupun dari kandidat lawan.

“Waktu yang disediakan terlalu singkat, sehingga kita tidak bisa tuntas untuk mengupas visi-misi kita,” ucapnya saat ditemui awak media usai melakukan debat publik di gedung TVRI Kalimantan Selatan, Jumat (30/10) malam.

Ia merasa kurang puas dalam menyampaikan seluruh program unggulan milik pasangan yang dikenal dengan tagline Banjarmasin Bangkit ini

“Karena waktu yang dibatasi terlalu singkat, kita belum bisa memberikan penjelasan yang detail terkait apa saja program-program kita yang akan membawa Ibukota Kalimantan Selatan ini bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” ujarnya.

Karenanya ia berharap dari penjelasan singkat tersebut bisa dipahami oleh masyarakat tentang apa saja yang menjadi visi-misi dari paslon Haris-Ilham ini.

Debat Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin yang pertama menyisakan sedikit keluhan dari sejumlah pasangan calon.

Keluhan tersebut yakni terkait durasi waktu debat yang dinilai sangat sedikit, sehingga perdebatan tersebut tidak sampai pembahasan yang benar-benar detail.

Berita Lainnya
1 dari 1.972

sehingga pelaksanaan debat tersebut membuat sejumlah paslon merasa kurang puas.

Hal ini dikemukakan Paslon nomor urut 1, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor. Menurutnya waktu yang diberikan KPU pada debat kali ini sangat sedikit. Sehingga debat yang dilakukan terasa tidak memuaskan.

“Memang keterbatasan waktu sehingga kita tidak bisa tuntas mengupas masalah perdebatan, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan yang detail,” ujarnya, Jumat (30/10/2020).

Hal senada juga diungkapkan Calon Wali Kota Banjarmasin nomor urut 2, Ibnu Sina yang mengaku juga sedikit tergesa-gesa dalam menyampaikan visi-misi.

“Kita sudah menyampaikan pemaparan, walaupun waktunya sangat mepet dan harus dirangkai dengan kalimat yang paling pas agar dipahami setiap warga,” ungkap pria dengan sapaan Ibnu ini.

Cawali yang berpasangan dengan Arifin Noor tersebut berharap di sesi debat selanjutnya yakni tanggal 10 November dan 22 November 2020 mendatang, bisa diberikan waktu yang lebih untuk menjelaskan terkait tema yang akan dibahas nanti.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Kota Banjarmasin, M Tafikurakhman menjelaskan bahwa, permasalahan waktu tersebut sebenarnya sudah dirumuskan oleh tim, sehingga masing-masing paslon diberikan waktu yang sama.

“Dalam pelaksanaan debat yang memiliki Paslon lebih dari 3 maka akan diberikan durasi 150 menit, dengan rincian 120 menit pelaksanaan debat dan 30 menit iklan,” jelasnya.

Kendati demikian, dengan adanya keluhan dari kandidat mengenai waktu penyampaian jawaban, maka pihaknya mengaku akan kembali mengevaluasi kembali terkait hal tersebut.

“Pelaksanaan hari ini akan kita evaluasi lagi untuk kedepannya agar kita bisa lebih memaksimalkan lagi masalah kendala waktu ini,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya