Puluhan Titian dan Jembatan Pinggiran Minta Perbaikan

Banjarmasin, KP – Sebagai ‘Kota Seribu Sungai’ Banjarmasin tentunya memiliki banyak jembatan dan titian. Meski Pemko Banjarmasin setiap tahun menyiapkan angggaran untuk perbaikan, namun puluhan jembatan yang tersebar di kota ini dalam kondisi cukup memprihatinkan.

“ Pasalnya karena jembatan serta titian yang kontruksinya dari kayu ulin itu rata-rata sudah berusia puluhan tahun , sementara hingga kini belum tersentuh perbaikan dari Pemko Banjarmasin,“ kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi dengan prihatin.

Kepada KP Jumat (9/10/2020) kemarin, Afrizaldi. mengemukakan, dari puluhan jembatan dan titian yang menuntut perbaikan itu sebagian besar tersebar di wilayah Kelurahan Basirih dan Kelurahan Mantui, Kecamatan Banjarmasin Selatan . Seperti di daerah Kuin Kacil sedikitnya sekitar 13 jembatan dengan kontruksi kayu ulin di wilayah itu, belum lagi di daerah Sungai Jelai.

Anggota dewan membidangi masalah pembangunan ini menyesalkan, meski kondisi jembatan yang sudah cukup lama mengalami kerusakan dan sudah tidak layak lagi dilalui itu, namun pihak Pemko hingga kini belum ada tanda untuk sesegeranya melakukan perbaikan. . Padahal keberadaannya sangat vital bagi warga sekitar.

Berita Lainnya

Aktivis Kampus Dipolisikan

Jembatan Tak Ada IMB Karena Lupa

1 dari 1.604

Menurutnya meski berada di kawasan pinggiran, namun sebagai kota yang terus mengalami perkembangan cukup pesat dengan arus lalulintas yang semakin padat, tuntutan untuk pembenahan infrastruktur jembatan kayu ulin, mau tidak mau harus dilaksanakan dengan tetap mempertahankan ciri kota seribu sungai.

Ditandaskan Wakil Ketua Komisi dari F-Partai Amanat Nasional ((F-PAN) ini, kebijakan penataan dan perbaikan jembatan dan titian kayu ulin wajib diprogramkan Pemko Banjarmasin demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, yakni mengganti dengan konstruksi beton yang lebih kokoh dan mampu bertahan lama.

Meski ia juga mengakui, karena terbatasnya beban anggaran tersedia tentunya untuk melakukan pembenahan dan perbaikan jembatan dan titian yang mengalami kerusakan tersebut tentunya harus diprogramkan secara bertahap.

Afrizaldi menyebut berdasarkan data, sedikitnya ada sekitar 475 jembatan yang tersebar di wilayah Kota Banjarmasi, namun ia mempridiksi baru sekitar 40 persen yang sudah diganti dan dilakukan rehab perbaikan dengan kontruksi beton.

“ Memang perlu dana besar yang dibutuhkan untuk mengganti semua jembatan kayu dengan kontruksi beton ini. Sementara APBD Kota Banjarmasin sangat terbatas, sehingga perbaikan jembatan dilakukan secara bertahap dengan lebih mengutamakan skala prioritas, seperti di daerah pinggiran yang kini kondisi cukup memprihatinkan,” tandas Afrizaldi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya