Rezeki Sudah Digariskan, Corona Bakal Berlalu, Tapi Saat ini Berjuang Dulu

Banjarmasin, KP – Ia tak menyangka usaha yang digelutinya sejak 2015 silam bak menukik dengan tajam akibat pandemi Virus Corona (Covid-19). Berbagai cara dilakukannya untuk mempertahankan Bisnis Kue rumahan tersebut. Dari promosi di sosial media sampai mempromosikan di warung kewarung kecil hingga menawarkannya kepasar-pasar lokal tradisional.

Saya harus memutar otak agar usaha yang menaungi perekonomian keluarga tetap lancar dan bertahan, ucap Yasminda salah seorang pelaku usaha kuliner rumahan pembuat Kue Kukus Bolu Karakter dengan Nama Azbibie menanggapi lesunya bisnis tersebut ditengah Pandemi yang berlangsung.

Jika dulu dirinnya bisa memiliki omzet Rp 500 ribu hingga 1 Juta perharinnya bahkan dirinnya memiliki satu orang karyawan yang mengantar setiap pagi harinnya ketempat langganan-langgananya. Namun kini terpaksa ia lakoni sendiri.

Jangankan untuk merekrut kembali karyawan modal sehari saja terkadang arus nombok, kata Yasmin.

Usaha Bolu Kukus yang digelutinnya tersebut sempat menggeliat meski pandemi masih berlangsung, hal tersebut dampak aktivitas warga masyarakat yang berdiam diri dirumah banyak menggunakan aplikasi online. Namun itu tak berlangsung lama.

Saya sempat merasa senang bisnis saya mulai membaik, eh ternyata turun kembali seiring Kebijakanpembatasan sosial berskala besar (PSBB)diBanjarmasintahap 2, ucap Ibu dua anak tersebut dengan nada sedikit kecewa.

Meski demikian Yasminda yang dibantu Suaminnya seorang karyawan swasta akan tetap mennjalankan usaha rumahannya tersebut walaupun hanya melatani permintaan pelanggan yang di oploadnya ke berbagai media sosial.

Saat ditannya proses pembuatan kue bolu tersebut Yasminda menjelaskan, Jam 2 dinihari ia dibantu suaminnya sudah mempersiapkan peralatan serta alat-alat cetakan kue. Terus dilakukan membuat adonan. Jam 5 kue-kue selesai sembari rehat sejenak untuk melaksanakan sholat subuh. Dan saat sinar Matahari mulai membias Yasmin dan suaminnya mulai mengantar kesejumlah warung-warung kecil disekitar kota Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 513

Kalau dulu warung-warung atau kios-kios kecil yang diantar sampai 30 tempat belum lagi langganan yang memesan minta diantar kerumah, tapi saat ini terkadang hanya mengantar 4 hingga 5 tempat saja, sisannya, jawabnya.

Diceritakannya dalam menjalankan usaha rumahan miliknya tersebut pernah beberapa minggu ia tak ada konsumen membeli kue milikknya meskipun promosi setiap hari dimedia sosial dilakukan.

Ya yang namanya rezeki tak tertukar sudah digariskan, namun sebagai insan wajib dan percaya bahwa allah akan memberikan yang terbaik untuk kita termasuk maslah rezeki, kita kudu berusaha, katanya

Seperti apa kue Bolu Karakter tersebut, adalah kue yang di kukus dengan tuangan tertentu dan memiliki gambar-gambar yang menarik, dengan melukis secara manual di adonan kue tersebut, seperti gambar tokoh-tokoh super Hero atau gambar kartun serta gambar motif khas Banjarmasin yakni Sasirangan

Ada dua ukuran Bolu kukus mini ukuran 5cm kita pasarkan dalam satu packing isi 6 buah dengan harga Rp 8.000, sedangkan yang besar ukuran 8cm kita jual satuan dengan harga Rp 1.500 perbuah, tutur Yasmin kepada Kalimantan Post.


Pelaku usaha yang bertempat di Sungai Andai, Komplek Bawang Merah III, Banjarmasin Utara juga memastikan bahwa kue-kue olahan tak menggunakan bahan pengawet, makanya tak bertahan lama sekitar 3 sampai 4 hari saja.


Menurutnya, ada beberapa karakter yang ia aplikasikan pada bolu kukus olahannya. Semua mengikuti karakter mana yang paling banyak diminati konsumen atau permintaan dari reseller.


Biasanya, saya membuat karakter dari tokoh-tokoh kartun, superhero, buah-buahan, dan hewan yang lucu. Pasalnya, karakter tersebut paling diminati oleh konsumen atau reseller yang ingin menjual lagi, tutur Yasmin.


Seiring merebaknya wabah Corona, penjualan bolu karakter semakin sepi. Bahkan, omzet turun drastis hingga 80 persen. Namun dirinnya masih mempertahankan kue khas yang dilakoninya tersebut, sebab ia yakin suatu saat pandemik ini akan berlalu dan bisa meraih omzet seperti sedia kala.

Saya tak mau bolu krakter saya hilang atau tenggalam dimata konsumen, meski tak banyak dalam produksinya yang penting ada setiap harinya saya order entah itu melalui medsos atau yang saya antar langsung ke warung-warung kecil, saya yakin wabah ini akan berlalu dan bolu karakter dengan nama Azbibie kembali bangkit, aamiin, harap Yasmin. (fin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya