Tempat Berjualan PKL Handil Bakti Mulai Dibongkar

Kebijakan Pemkab Batola membongkar tempat berjualan di kawasan jalan Trans Kalimantan ini, menyusul Pembangunan Jembatan Alalak I yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito

BANJARMASIN, KP – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, akhirnya mulai melakukan pembongkaran terhadap kios dan tempat berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan Handil Bakti.

Dari pantauan KP, pembongkaran warung,, kios yang berada sepanjang jalur hijau itu dilaksanakan mulai Minggu (18/10/2020) kemarin.

Pembongkaran dengan menggunakan alat berat berupa exsafator itu dimulai dari bawah jembatan Alalak II yang selama dijadikan jalan alternatif menyusul dilaksanakan pembangunan Jembatan Alalak I. Ikut dibongkar Terminal Handil Bakti.

Sementara di tengah dilaksanakan pembongkaran, sejumlah PKL sebagian mulai membongkar sendiri tempat berjualan untuk mencari nafkah selama ini.

Kebijakan Pemkab Batola membongkar tempat berjualan di kawasan jalan Trans Kalimantan ini, menyusul Pembangunan Jembatan Alalak I yang menghubungkan Kota Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga Kalteng itu akan rampung pada Maret 2021 tahun depan.

Sebelumnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin mengatakan, segera melanjutkan pelebaran Jalan Trans Kalimantan di kawasan Handil Bakti Kecamatan Alalak, Batola.

Terkait pelebaran jalan ini, maka PKL yang saat ini berjualan di sepanjang jalur hijau Handil Bakti harus sesegeranya direlokasi.

Berita Lainnya
1 dari 1.859

Saat ini tercatat ada sekitar 132 PKL yang berjualan di kawasan itu, dengan rincian 92 pedagang jalur hijau di pinggir jalan, 38 pedagang di jalur hijau Terminal Handil Bakti, dan 2 pedagang di seberang sungai.

” Kami berharap PKL segera direlokasi agar pengerjaan jalan secepatnya dilaksanakan, mengingat kontrak pengerjaan pelebaran telah ditandangani 28 September lalu,,” kata Satker Jalan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Budianto, dalam sosialisasi dengan para PKL di Kecamatan Alalak, Kamis (8/10/2020) lalu.

Sementara Pemkab Batola akan merelokasi para PKL ke Pasar Handil Bakti, karena di lokasi itu telah tersedia 209 tempat jualan berupa 160 los dan 40 kios dan penyediaan fasilitas lainnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor menegadkan,, semua bangunan di jalur hijau sepanjang Handil Bakti harus dibongkar, termasuk warung di seberang sungai.

“Pembersihan jalur hijau bukan cuma di pinggir Jalan Trans Kalimantan, tetapi semua bangunan yang berada di jalur hijau, termasuk warung di seberang sungai,” tegas Rahmadi.

Tak hanya itu, lanjut Rahmadi, Terminal Handil Bakti yang juga berada di jalur hijau ikut dibongkar.

Dikatakan Rahmadi, Terminal Handil Bakti beserta pos Dinas Perhubungan Batola selanjutnya dipindahkan ke terminal baru yang berada di depan Pasar Handil Bakti.

Sosialisasi relokasi PKL ke Pasar Handil Bakti telah berlangsung selama 3 kali yakni 16 Agustus 2019, 16 Desember 2020, dan 8 Oktober 2020. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya