BPR Tabalong Bersinar Beri Kredit Bunga 0 Persen

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan bantuan permodalan,” tambah Dewi Damayanti.

TANJUNG, KP – Komisi II DPRD Kalsel  melakukan monitoring Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tabalong Bersinar di Kabupaten Tabalong, Senin (2/11), di Tanjung.

BPR Tabalong Bersinar ini merupakan gabungan tiga BPR yang ada di kabupaten tersebut, sehingga menarik perhatian Komisi II DPRD Kalsel.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Hj. Dewi Damayanti Said mengatakan monitoring ini untuk melihat  peran, fungsi dan kelembagaan BPR Tabalong Bersinar, yang merupakan hasil penggabungan dari tiga BPR, yakni  BPR Haruai, BPR Muara Uya, dan BPR Kelua.

“Komisi II sangat mengapresiasi terhadap Pemkab Tabalong yang telah berhasil melaksanakan merger BPR-BPR yang ada,” kata politisi Partai Golkar, yang juga didampingi  Biro Perekonomian Sekdaprov  Kalsel.

Dewi Damayanti mengharapkan, merger BPR ini akan menambah kecukupan permodalan sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pelaku UMKM di daerah menjadi lebih luas lagi.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan bantuan permodalan,” tambah Dewi Damayanti.

Berita Lainnya
1 dari 521

Lebih jauh, Dewi menilai, peran sentral BPR sangatlah besar dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah, yaitu dalam hal memghimpun dana masyarakat berupa tabungan/simpanan dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada yang membutuhkan melalui dana pinjaman/kredit.

“Kami terus mendorong BPR-BPR di Kalsel dalam membangun kepercayaan dari para stake holder khususnya, untuk menunjang program-program pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor perekonomian masyarakat Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Kalsel, Ina Yuliani memberikan apresiasi atas merger yang dilalukan BPR Tabalong Bersinar untuk bertahan dan berkembang, serta sangat mendorong inovasi program Gerbang Emas yang belum ada di daerah lain.

“Kami selalu menyarankan kepada BPR yang ada di Kalsel untuk melakukan anjangsana atau bertukar inovasi agar bisa lebih baik”, ujar Ina.

Selain itu, dirinya juga pernah memgusulkan penambahan dana permodalan namun karena kita terkendala oleh wabah pandemi covid-19. Sehingga semua BPR tidak bisa kami usulkan untuk penambahan modal sesuai ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Direktur Utama PT. BPR Tabalong Bersinar M. Gazali Rakhman mengatakan, bahwa merger ini dilakukan untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Tabalong. Meski dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tidak mendapatkan tambahan dana permodalan, namun pihak tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat melalui salah satunya dengan meluncurkan program Gerbang Emas kredit usaha dengan bunga 0%.

“Program ini khusus untuk pengusaha kecil, seperti pedagang, pengrajin, pedagang kaki lima, kelompok-kelompok usaha, termasuk masyarakat miskin terdampak Covid-19”, tutur Gazali.

Dan atas prestasinya tersebut, BPR Tabalong Bersinar berhasil mendapatkan Penghargaan TPAKD Award Tahun 2019 Tingkat Kabupaten/Kota. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya