Cabai Hiyung Tapin Mendunia, Pedasnya 17 Kali Lipat

SEIRING – Perkembangan zaman dan permintaan cabai dipasaran semakin bertambah, Cabai Hiyung menerima permintaan ekspor ke beberapa negara diwilayah asia dan negara lainnya, sehingga perlu perluasan lahan, peningkatan infra struktur, terutama jalan untuk menunjang kemudahan transportasi,

Untuk memperluas areal tanaman cabai ini pemerintah Kabupaten Tapin berencana akan membangun jalan Tani selebar 9 Meter. Pembangunan jalan tani desa Hiyung akan dibagi dua tahap yaitu, pada tahun 2020 akan dibangun jembatan terlebih dahulu. Dan pada tahun 2021 akan dilakukan pembebasan lahan dan pengurukan tanah hingga pengerasan. 

RUMAH PRIDUKSI – Abon Cabe Hiyung. (KP/Ist)

Sementaraitu, Tim Peneliti dariFakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru DR.Ir.Yusuf Azis bersama DR.Emy Rahmawaty,MPmelakukan penelitian tentang cabai hiyung di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin. dalam peran sistem agribisnis dari hulu sampai ke hilir yang dapat meningkatkan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi.

Tim penelitimemberikanmasukankepadapemerintahdaerahbagaimana kondisi Hiyung saat ini dan bagaimana pengembangannya kedepan. Agar cabai hiyung ini lebih maju dan berkembang.

Sebelum adanya tanaman cabai hiyung ini mata pencarian warga khususnya petani disana rata-rata hanya mencari kayu galam dan sekarang berkat tanaman cabai hiyung ini mereka mendapatkan penghasilan lebih meningkat jauh lebih baik,

Sebagaimana diketahui bahwa cabai hiyung adalah unggulan kabupaten Tapin yang tingkat kepedasannya mencapai 17 kali lipat dari cabai biasa.

Kementerian Hukum dan Ham melalui Kakanwil menyerahkan sertifikat Indikasi Geografis Cabai Rawit HiyungkepadabupatiTapin. Sertifikasi Indikasi Geografis Cabai Rawit Hiyung merupakan syarat pelengkap melakukan kepengurusan cabai rawit Hiyung dari mulai mengembangkan hingga mengurus ke pasar modal untuk dijual. 

Berita Lainnya

Lensa Foto Tapin

1 dari 198

Untuk memasarkan produk makanan abon dari cabai hiyung itu harus ada izin dari Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia lebih dulu.

Kabupaten Tapin memiliki Cabai Rawit Hiyung dan sudah didaftarkan indikasi geografisnya.

Cabai rawit Hiyung merupakan satu-satunya di Kalsel. Untuk itulah, Indikasi Geografis ini merupakan salah satu syarat kepengurusan di pasar modal untuk meningkatkan popularitas cabai hiyung dan pengembangannya.

Cabai Hiyung sendiri saat ini sudah dikenal secara luas baik lokal, Nasional hingga Internasional.Bahkanterkait Cabai Hyung iniberhasil meraih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 “Cabai Hiyung Tapin Mendunia, Pedasnya 17 kali Lipat.Yang di serahkan langsung Oleh Menteri PAN dan RB Bapak Tjahjo Kumolo, SH Kepada Bapak Drs.HM.Arifin Arpan,MM di Gedung Tribrata,JakartapadaRabu,25 November 2020. Acara ini merupakan puncak dari tiga kegiatan  kompetisi pelayanan publik yang diselenggarakan Kementerian PANRB, antara lain:

  1. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020
  2. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 Tahun 2020
  3. Kompetisi Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin membuka acara penyerahan penghargaan tersebut. Sementara Menteri PANRB Tjahjo Kumolo akan menyerahkan penghargaan secara langsung bersama Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifai dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. 

Penghargaan yang akan diserahkan adalah

  1. Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 
  2. 5 Pemenang Outstanding Achievement Of Public Service Innovation 2020
  3. Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19
  4. Top 15 Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020

Acara ini dihadiri menteri, pimpinan lembaga, gubernur, bupati/walikota, direktur utama BUMN dan pimpinan lembaga lainnya. (**)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya