Di Kalsel Sudah Seratusan Percobaan Peretasan Situs

Berita Lainnya

PENGURUS PUSAT JMSI DIKUKUHKAN HARI INI

1 dari 1.090

Banjarbaru, KP – Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, memimpin peluncuran Prov-CSIRT (Cyber Security Incident Response Team) Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Dr. K.H. Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (12/11).
CSIRT bertugas melindungi data-data penting yang dimiliki pemerintahan di Kalsel.
Tercatat sejak 2016 sampai saat ini sudah lebih dari 100 peretas mencoba meretas jaringan online di Kalsel. Jika dilihat dari tahun ke tahun percobaan peretasan tersebut terus mengalami peningkatkan.
“Pada 2016 terdapat 9 percobaan,
2017 sebanyak 21 percobaan, pada
2018 sebanyak 18 percobaan,
2019 sebanyak 38 percobaan, dan pada 2020 hingga Oktober ini ada 22 percobaan. Jika ditotal sudah 108 laporan percobaan peretasan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i, di sela Kalsel
Pria yang akrab disapa Ifai, ini menyebut yang paling banyak diserang terkait pelayanan kepada masyarakat seperti layanan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“BKD HST bahkan sempat 2 kali diserang. Dinas tenaga kerja juga pernah coba diretas. Upaya peretasan itu kadang ditaruh virus, ada juga upaya pengambilan data, pernah juga situs layanan dibikin lambat bukan karena jaringan tapi karena coba diretas,” ujarnya.
Dijelaskan dia jika dipetakan peretas kebanyakan kebanyakan berasal dari Cina, Rusia, dan Indonesia.
“Kita akan membentuk CSIRT otomatis kita siaga 24 jam. Ke depannya kita akan bentuk tingkat kabupaten kota. Sementara ini di Pemprov Kalsel teknisi yang paling menguasai sekitar 4 orang, dan ini akan dikembangkan,” tandas Gusti Yanuar Noor Rifai.(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya