Salter Ditutupi Bangunan, Warga Gang Bandaneira Kebanjiran

Banjarmasin, KP – Warga yang tinggal di Gang Bandaneira Ujung, RT 20, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin mengeluhkan kondisi jalanan yang sering terendam banjir.

Salah seorang warga setempat, Murtini mengatakan, jalan di depan rumahnya yang berada tepat di belakang salah satu dealer motor terbesar di Banjarmasin itu selalu terendam oleh air setelah terjadi hujan.

“Setiap kali hujan pasti jalanan ini banjir, ketinggiannya pun sampai diatas mata kaki,” ucapnya pada Kalimantan Post sembari menunjukkan jari ke arah betisnya, Kamis (12/11) siang.

Wanita paruh baya itu menceritakan. Jika kondisi ini terjadi tidak lama setelah adanya bangunan dealer dan menutupi sungai kecil yang menjadi satu-satunya saluran terbuka pembuangan air di kawasan tersebut.

“Dulu tidak ada banjir. Tapi setelah sungai itu ditutupi oleh bangunan, di sini selalu banjir,” imbuhnya.

Karenanya, hal tersebut memaksa warga yang tinggal di sepanjang jalan Bandaneira Ujung ini untuk melewati genangan banjir agar bisa sampai ke rumah.

“Yang kasian itu para guru dan siswa yang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ulumuddin yang ada di ujung gang ini. Mereka terpaksa melepas sepatunya agar tidak basah saat sampai ke sekolah,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Yuliani yang merupakan salah satu guru di MI tersebut. “Benar, setiap kali hujan pasti disini calap (banjir). Kasihan siswa sekolah, untungnya sekarang sedang pembelajaran daring,” ungkapnya.

Ia membeberkan, tidak hanya ketika hujan, saat musim air pasang jalanan itu kadang juga terendam air. “Mending kalau airnya bersih. Yang terjadi sekarang ini air comberan,” cetusnya.

Berita Lainnya

PENGURUS PUSAT JMSI DIKUKUHKAN HARI INI

1 dari 1.090

Oleh karena itu ia berharap agar Pemerintah Kota Banjarmasin bisa memperhatikan kondisi yang terjadi di kawasan padat penduduk itu.

“Saya harap segera dibuatkan saluran drainase yang lebih besar agar tidak banjir lagi. Kemudian untuk sungainya juga dibersihkan, kalau bisa hidupkan lagi sungainya supaya air yang tergenang disini mempunyai saluran untuk mengalirkannya ke sungai yang lebih besar,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, Sukhrowardi mengaku sudah mengetahui kondisi yang dikeluhkan warga tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.

“Keluhan itu sudah kami sikapi dengan berkomunikasi dan menyampaikan langsung kondisinya kepada PUPR Kota Banjarmasin,” jelasnya

Menurutnya, pihak PUPR melewati Kepala Bidang (Kabid) Sungai Hizbul Wathoni untuk segera meninjau langsung ke lokasinya yang dimaksud.

“Kita sudah meminta mereka untuk segera meninjau langsung ke lokasi dan dibersihkan oleh Pasukan Turbo milik PUPR,” tukasnya.

Ia menyarankan, bahwa kondisi tersebut harus sesegara mungkin dirembukkan dengan pihak terkait seperti pemilik bangunan yang dimaksud.

“Harus ada terobosan yang konkret untuk memelihara kondisi sungai,” tegasnya.

Kemudian, Sukhro menekankan, bagi pihak pembuat masalah agar segera melakukan pembicaraan dengan warga seperti melakukan gotong royong untuk memelihara sungai.

“Sebab sungai adalah identitas kota kita dan sungai sebagai pusat kehidupan kita. Apalagi Kota Banjarmasin terkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Syukur-syukur sungai bisa jadi tempat wisata. Kondisi sungai yang aman di saat musim penghujan juga sudah sangat bagus,” paparnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kalimantan Post berusaha menghubungi Kabid Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony, untuk menanyakan kelanjutan koordinasi yang dimaksud Sukhrowardi tersebut. Namun yang bersangkutan belum memberi jawaban.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya