Noormiliyani: Membangun Desa tak Cukup hanya Infrastruktur

Marabahan, KP – Membangun sebuah desa yang maju dan mandiri tidaklah cukup hanya dengan membangun infrastruktur saja, tetapi membangun desa dalam pengertian lebih luas seperti strata penyelenggaraan pemerintahannya, memberdayakan masyarakatnya, termasuk ekonominya seperti pemberdayaan usaha termasuk BUMDes.

Demikian diutarakan Bupati Barito Kuala (Batola), Hj Noormiliyani AS, saat membuka Pelatihan Pratugas Para Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Wanaraya di Hotel Rodhita Banjarmasin, belum lama tadi.

“Sesuai Visi Misi kami Membangun Desa Menata Kota titik beratnya adalah membangun desa. Kenapa tidak membangun kota? Kota hanya ditata tapi kalau desa dibangun baik infrastruktur, strata sosial, strata pemerintahannya, struktur pemerintahannya maupun ekonominya,” paparnya.

Noormiliyani yang memiliki latar belakang pendidikan hukum tata negara dan tata pemerintahan itu menyatakan, sesuai Permendagri Nomor 11 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa anggota BPD dituntut memenuhi fungsi sebagai pengawas dalam pelaksanaan pembangunan desa, ikut terlibat dalam mekanisme pengaturan anggaran ketika musrenbangdes, serta ikut membina dan memberdayakan peningkatan ekonomi desa.

“Karenanya tolong pahami tugas dan fungsi. Kalian juga mempunyai hak bertanya jika kemungkinan dalam pemerintahan desa terdapat sesuatu yang menyalahi baik kepada kades maupun jajarannya,” jelasnya.

Di kesempatan pelatihan ini, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu, juga mengutarakan rencana pelaksanaan pilkades secara langsung secara terjadwal melalui e-voting (elektronik voting) di 163 desa se-Batola pada April 2021 mendatang.

Ia mengharapkan kerjasama para anggota BPD untuk turut menyukseskan. Mengingat, sebutnya, jika kegiatan berjalan sukses maka Batola menjadi yang pertama di Indonesia berhasil melaksanakan dan akan kembali menjadi percontohan.

“Selama ini banyak kegiatan Dinas PMD yang menjadi tempat belajar dari daerah lain seperti penyelenggaraan pilkades serentak di 163 desa tahun 2015 serta pelaksanaan perekrutan perangkat desa melalui sistem CAT,” tambahnya.

Di hadapan Plt Kadis PMD M Anthony, mantan Kadis PMD Drs Dahlan, Camat Wanaraya Slamet Riyanto, para kades, dan 65 anggota BPD, isteri mantan Bupati Batola periode 2007 – 2012 dan 2012 – 2017 H Hasanuddin Murad itu juga membeberkan alasan serta sejumlah program yang ia diletakan bersama Wabup H Rahmadian Noor selama kepemimpiannya saat ini.

Beberapa program sebagaimana yang terdapat dalam RPJMD, sebutnya, diantaranya program Bedah Kampung Terintegrasi (BKT) sesuai latar belakang visi misi membangun desa yang melibatkan bukan saja SKPD terkait namun juga SKPD pendamping.

Berita Lainnya
1 dari 197

“Dari pembahasan bersama BPS ada 19 desa sangat tertinggal dan tertinggal yang akan dilakukan pembenahan serta harus tuntas di akhir periodesasi saya saat ini bersama wabup,” paparnya.

Noormiliyani juga menyampaikan harapan seluruh masyarakat termasuk dari Kecamatan Wanaraya

untuk turut melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan harapan jika pandemi berakhir sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan belajar secara tatap muka.

Di akhir sambutannya, bupati satu-satunya wanita di Kalsel itu, juga menyampaikan rencana program Permata Bunda (Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Balita pada Seribu Hari Pertama) yang akan diterapkan pada 2021 mendatang.

Program pencegahan stunting (anak kerdil) ini dilaksanakan, jelas bupati yang sangat peduli terhadap anak, itu karena Batola merupakan salah satu kabupaten yang mendapatkan prioritas penanganan dari pemerintah pusat.

“Tolong para anggota BPD turut melakukan pemantauan serta aktif memberikan laporan jika ditemukan adanya anak mengalami stunting maupun kurang gizi,” pintanya.

Ia mengharapkan pemantauan dilakukan sejak dalam kandungan dari 0 hingga 6 tahun agar bisa diberi penanganan selama seribu hari pertama baik berupa makanan tambahan maupun kebutuhan lainnya.

“BPD maupun para kades tolong mengawasi, karena Batola merupakan salah satu dari beberapa kabupaten yang menjadi prioritas penanganan stunting dari pemerintah pusat,” pesannya.

Camat Wanaraya, Slamet Riyanto menyatakan, Pelatihan Pratugas BPD yang berlangsung sejak 6 – 8 November 2020 ini diikuti 65 anggota BPD dari 13 desa se-Kecamatan Wanaraya.

“65 anggota BPD yang terdiri dari 48 laki-laki dan 17 wanita (26 persen) ini diambil masing-masing 5 orang dari 13 desa se-Wanaraya,” paparnya. (ang/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya