Pembukaan Siring Tak Pasti Motoris Kelotok Wisata Kecewa

Padahal, beberapa minggu yang lalu, pihaknya sempat diberikan pembekalan serta pengarahan tentang protokol kesehatan untuk diterapkan di lokasi wisata

BANJARMASIN, KP – Belum ada kepastian kapan dibukanya Wisata Siring Menara Pandang, Jalan Pierre Tendean, Kota Banjarmasin, rupanya menjadi kabar yang mengecewakan bagi para motoris kelotok wisata.

Salah seorang motoris kelotok wisata yang ada di Dermaga Siring Menara Pandang, Saibani mengaku, semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April lalu, pihaknya sudah mengalami kerugian lantaran tidak tidak diizinkannya pengoperasian wisata susur sungai dengan alasan pencegahan paparan virus Corona.

Padahal, beberapa minggu yang lalu, pihaknya sempat diberikan pembekalan serta pengarahan tentang protokol kesehatan untuk diterapkan di lokasi wisata.

Rupanya hal itu tidak menjadi jaminan untuk kawasan Siring Pierre Tendean dibuka kembali.

Alhasil, ketika mendengar kabar tersebut, ia tidak bisa berbuat banyak, dikarenakan hal tersebut sudah menjadi keputusan pemerintah.

“Kami tidak bisa apa apa, karena ikut bekerja sama pemerintah. Kalau dibuka ya Alhamdulillah, kalau tidak ya mau bagaimana lagi, kita ikut saja,” ucapnya dengan nada lesu, Minggu (29/11) siang.

Berita Lainnya

Lanjutkan Proyek Pelebaran Jalan Mesjid Jami

1 dari 3.539

Kendati wisata susur sungai dengan kelotok saat ini masih dibuka, ia mengaku wisatawan yang memanfaatkan jasanya masih sangat sedikit.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerugian para motoris kelotok kian bertambah lantaran biaya perawatan kelotok terus keluar.

“Pendapatan kaj sangat menurun, ada yang sehari naik 5 sampai 10 orang saja. Sedangkan pengeluaran untuk memperbaiki kerusakan dan perawatan mesin itu pasti, jadi cukup berdampak juga untuk kami,” tukasnya.

Ia berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin segera membuka kawasan di Siring Piere Tendean untuk menghadapi libur akhir tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ihsan Al Hak mengaku, menghindari potensi terjadinya kerumunan adalah alasan utama belum dibukanya destinasi pariwisata andalan Kota Seribu Sungai itu.

Meskipun kawasan zona merah di Bumi Kayuh Baimbai ini sudah hilang, namun ia memilih menunggu hingga pandemi Covid-19 benar-benar aman.

“Soal rencana pembukaan wisata siring nanti akan kami rembukkan bersama satgas Covid-19, bersama Aparat TNI, Polri, Satpol PP dan Dinkes,” ujarnya singkat. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya