Pembentukan Pansus Covid-19 Belum Ada Kepastian

Banjarmasin, KP – Meski terus bergulir rencana DPRD Kota Banjarmasin membentuk Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 hingga kini belum ada kepastian.

Masalahnya, karena sejumlah anggota dewan sebagai inisiator yang mengusulkan pembentukan Pansus Covid-19 belum mempunyai data pendukung sebagai dasar dan alasan dibentuknya Pansus.

Menurut Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya mengemukakan, temuan dan data pendukung dibutuhkan karena nantinya akan dibicarakan melalui Badan Musyawarah (Banmus) Dewan untuk selanjutnya menjadwalkan rapat paripurna.

” Nah dari rapat paripurna itulah nanti apakah pembentukan Pansus Covid-19 melalui pendapat yang disampaikan masing- masing fraksi dewan disetujui atau tidak ” ujar Harry Wijaya.

Ditemui di ruang kerjanya Kamis (26/11/2020) lalu, ia juga mengatakan, menyikapi pembentukan Pansus Covid-19 yang diusulkan sejumlah anggota dewan tersebut DPRD Banjarmasin telah melaksanakan studi banding ke DPRD daerah lain yang sudah membentuk pansus Covid-19.

Harry Wijaya mengakui, wacana pembentukan Pansus Covid-19 hingga kini masih pro kontra di kalangan anggota dewan yang menyatakan setuju dan menolak dibentuknya Pansus.

Sebelumnya selain usulan pembentukan Pansus, sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin juga mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan wabah virus corona ( Covid-19) yang telah digelontorkan melalui APBD Kota Banjarmasin.

Ketua Fraksi F-PKS Mathari menyebut , Walikota Banjarmasin Ibnu Sina telah mengungkapkan untuk mempercepat penanggulangan Covid-19 menyedot anggaran sekitar Rp 170 miliar.

Berita Lainnya

Mukhyar Apresiasi Keeksisan MB GPP

1 dari 2.968

” Namun berapa anggaran yang sudah dipakai dan digunakan untuk apa saja, sampai sekarang dewan belum menerima laporannya, ” kata Mathari.

Mathari juga mengungkapkan. usulan dari sejumlah anggota dewan agar dibentuk panitia khusus (Pansus) terkait penggunaan anggaran Covid- 19 saat ini terus menguat.

” Saya sendiri mendukung Pansus dibentuk, jika laporan penggunaan anggaran Covid-18 tidak dilaporkan kepada dewan,” tandasnya.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin Ir Sukhrowardi yang menyatakan fraksinya mendorong terbentuknya Pansus Covid-19.

“Karena sudah tugas kita mengawal kebijakan penggunaan anggaran dan masyarakat juga ingin tahu untuk apa anggaran penanganan Covid-19 digunakan,” ujar Sukhrowardi

Senada dengan Sukhrowardi, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) HM Faisal Hariyadi juga menyatakan, mendukung penuh terbentuknya Pansus Covid-19, sebagai bagian dari DPRD dalam melakukan pengawasan.

Faisal mengakui, hingga saat ini belum jelas ke mana saja anggaran upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 itu digunakan.

Sementara Sekretaris Fraksi Gerindra Banjarmasin M Isnaini juga menyatakan, fraksinya selaku salah satu inisiator tetap akan memperjuangkan terbentuknya Pansus Covid-19. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya