Run 10K B.masin Kurang Greget

Kegiatan Run 10 K Banjarmasin yang berlangsung selama 3 hari dalam areal stadion Lambung Mangkurat, dinilai kurang greget.

Banjarmasin, KP – Kegiatan Run 10K yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjarmasin, dinilai kurang greget, karena pesertanya yang sangat minim dan tanpa penonton. Akibat dampak pandemic covid-19 dan juga adanya biaya pendaftaran bagi peserta, dari Rp150 ribu- Rp200 ribu.

Gelaran marathon 10K bertajuk “Spirit of Banjarmasin, Feel the Spirit” ini berlangsung selama tiga hari Minggu-Rabu (8-10/11/2020) di Stadion Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Pelajar putri Rizkia Amelia menjadi yang terbaik di katagori pelajar setelah berhasil finish dengan catatan waktu terbaik 14 menit 58 detik di katagori pelajar 3 K putri.

Sementara di bagian putra 3 K pelajar, Rendy merebut gelar juara I setelah menyelesaikan lari dengan waktu 11 menit 57 detik disusul Pramudia dan Kerrata.

Pada katagori Umum, juara 1, Irmansyah dengan catatan 34,30 detik, 2.M Jufri (36,31 detik).3 Adi Saputera (38,10 detik).

Berita Lainnya
1 dari 274

Ketua PASI Kalsel Dr Sarmidi MKes AIFO dalam kegiatan ini ada beberapa kategori yang diperlombakan mulai dari pelajar, umum, master, elite hingga 5K elite.

“Pelaksanaan berlangsung selama 3 hari,” kata dosen JPOK ULM Banjarbaru ini.

Berbeda dengan gelaran marathon pada umumnya di event ini rutenya harus dilakukan hanya di lintasan Stadion Lambung Mangkurat.

“Sehingga untuk mencapai jarak 10 kilometer pelari harus mengelilingi 23 kali lintasan yng berjarak kurang lebih 400 meter setiap lintasannya,” kata dia.

Event ini berlangsung kurang greget karena dibatasi tanpa penonton akibat pandemi Covid 19. Jumlah peserta pun terlihat minim Diseriap katagorinya. Apalagi peserta dari luar negeri yang rencananya dijadwalkan hadir pun urung datang akibat pendemi Covid 19 masih mengancam.

“Memang peserta terlihat sangat minim karena pandemic covid-19, selain itu juga peserta dipungut biaya sebesar Rp 150-200 ribu. Kami dari PASI Kalsel hanya ikut membantu pelaksanaan saja,” pungkas Sarmidi.

Terpisah, atlet marathon Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional) Yuyu Rahmad menilai, meskipun penyelenggaraan dalam situasi pandemic covid-19, sehingga harus mematuhi protocol kesehatan, dan eventnya tanpa penonton. Namun kegiatan yang diserahkan Dispora Kota pada Event Organizer (EO) tersebut, kurang publikasi, sehingga sangat minim peserta, jadi wajar kalau suasananya kurang semarak. (nets/nfr/k-9).

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya