Sukses Kelola Sampah Organik jadi Pakan Ikan, Ternyata Pria ini Terinspirasi Ibnu Sina

Banjarmasin, KP – Keberhasilan Ibnu Sina dalam mengelola sampah di Kota Banjarmasin menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat, hal itu ternyata diikuti oleh Komunitas 0 Sampah (Kuolah) di Banjarmasin.

Ketua Komunitas Kuolah, Aprianda Nur Ikhsan mengapresiasi dan menaruh kekagumana dengan kepemimpinan Ibnu Sina dalam menangani permasalahan sampah di kota seribu sungai ini.

Untuk diketahui, secara nasional Kota Banjarmasin telah diakui sebagai kota pelopor pengurangan sampah kantong plastik di Indonesia.

“Berawal dari sana, kami memiliki ide untuk
mengelola sampah berbasis organik yang digunakan sebagai pakan ikan alternatif,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.859

Menurut pria berusia 26 tahun itu, selain dapat menekan limbah organik di Kota Banjarmasin, pakan ternak dari sampah organik ini juga mengandung protein lebih tinggi dari pakan biasanya.

“Untuk rangka risetnya kita telah bekerjasama dengan PD PAL Banjarmasin,” ujarnya.

Sampah organik ini, ia menambahkan akan menghasilkan Maggot atau belatung black soldier fly (BSF) yang merupakan sumber protein yang baik bagi pertumbuhan ikan.

Meski baru beberapa bulan mulai aktif membuat pakan ternak tersebut, dirinya optimis dengan dukungan Ibnu Sina dan pihak lainnya usaha ini akan terus berkembang.

“Kami ingin ada nilai tambah, jadi bukan hanya mengurangi sampah saja namun juga bisa meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Lanjutnya, masyarakat perlu memiliki kesadaran akan pentingnya penanganan sampah. “Dari beliau (Ibnu Sina) lah kami menyadari pentingnya mengelola sampah yang dapat mengubah lingkungan,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya