11 Januari 2021, Pembelajaran Tatap Muka di Banjarmasin Dimulai

Banjarmasin, KP – Dua kelurahan di kota Banjarmasin yang berstatus zona merah, tampaknya tidak menjadi penghalang Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, bahwa Pemko Banjarmasin memutuskan akan menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat SMP pada tanggal 11 Januari 2021.

Namun hal tersebut dilakukan tentu dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Sedangkan untuk tingkat SD, simulasi tatap muka akan mulai digelar sepekan kemudian, yaitu pada 18 Januari 2021.

sementara di 10 SDN, dan hanya untuk kelas 4, 5 dan 6 saja, sebagaimana masukan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Sesuai SKB 4 Menteri, Kepala Daerah berwenang memutuskan. Namun yang zona merah kita tunda dulu,” ucapnya pada awak media usai melakukan rapat bersama Satgas Covid-19, Selasa (29/12) siang.

Berita Lainnya
1 dari 2.189

Ibnu mengklaim, keputusan ini diambil semata – mata untuk mengakomodir permintaan sekolah dan orang tua siswa, yang rata – rata menginginkan pembelajaran tatap muka digelar.

Kendati diakui Ibnu tidak mudah untuk mengambil kebijakan tersebut, namun setelah kurang lebih 8 bulan dilakukan evaluasi, maka pilihan terbaiknya adalah menggelar belajar tatap muka.

“Setiap enam hari akan kita evaluasi. Begitu ada kasus kita hentikan di sekolah tersebut. Di sekolah juga akan dibentuk Satgas Covid-19 di satuan pendidikan. Dan juga ada visitasi terlebih dahulu dari Dinkes,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menjelaskan, bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk sekolah atau siswa yang tinggal di kelurahan berstatus zona merah.

“Wilayah tersebut tetap melaksanakan pembelajaran secara daring,” terangnya.

Totok memaparkan, beberapa catatan yang diberikan kepada pihak sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka, antara lain pemberian jarak antar siswa satu setengah meter, dan waktu pembelajaran hanya selama 4 jam.

“Selain protokol kesehatan seperti sarana cuci tangan dan menggunakan masker, juga kita perhatikan perilaku siswa selama di sekolah,” tandasnya.(Zak/KPO-1)’

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya