Masih Ada Kekurangan Dalam Pelaksanaan Pilkada

Martapura, KP – Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menggelar Rakor Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020, secara virtual.

Rapat via vidcon tersebut dihadiri Mendagri M Tito Karnavian, Ketua KPU RI Arief Budiman, Ketua Bawaslu RI Abhan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menko Polhukam Prof DR Moh Mahfud MD. Sementara dari Command Center Barokah Martapura, hadir Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, Kepala Kesbangpol Aslam serta perwakilan Polres Banjar.

Dalam paparannya, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, Kalsel, terutama di Kabupaten Tanah Bumbu menempati peringkat ke 4 dari 5 besar kenaikan Partisipasi Masyarakat (Parmas) tertinggi di Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 464

”Dengan rata-rata target partisipasi 76,39% dari data sementara Parmas 2020 sebesar 66,67%,” ungkapnya .

Kemudian untuk Hasil Sementara Laporan Pengawasan di TPS oleh Ketua Bawaslu RI Abhan, ada beberapa kekurangan, juga kendala dan permasalahan di TPS selama proses pemungutan suara 9 Desember kemarin.

”Diantaranya, tidak adanya fasilitas cuci tangan, surat suara yang kurang maupun yang tertukar, serta saksi yang masih ada menggunakan atribut paslon,” ujarnya.

Menko Polhukam Moh Mahfud MD mengatakan, untuk point partisipasi pemilih dalam refleksi Pilkada Serentak 2020, salah satunya berdasarkan data Siwaslu (Sistem Pengawasan Pemilu) dari Bawaslu RI, yakni penggunaan hak pilih pada pemilihan Gubernur sebesar 82%, sedang pemilihan Bupati/Walikota 83%. (Wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya