Perahu Wakaf Diharapkan
Menstimulus Perekonomian Pedagang Apung

Banjarmasin, KP – Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor kehidupan, termasuk pada perekonomian masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Salah satunya adalah Haniah, seorang pedagang pasar terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar. Ia begitu merasakan dampak dari wabah Corona tersebut. Meski begitu, dirinya bertekad untuk tetap bertahan.

Saat Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banjarmasin dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan menyambangi Desa Lok Baintan Luar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, beberapa hari lalu, Haniah yang juga merupakan salah satu penerima manfaat Perahu Wakaf bercerita, pada awal masa pandemi Covid-19, penjualannya menurun drastis.

Bahkan, ia sempat putus asa, lantaran ia kesulitan membayar utang disebabkan pendapatannya dari hasil berjualan yang anjlok

“Ditambah lagi waktu itu kami terkena musibah. Saat itu, suami menabrak orang dan diharuskan mengganti kendaraan juga pengobatannya. Saat itu, benar-benar sangat berdampak dengan perekonomian, bahkan tabungan pun sampai habis sehingga tidak balik modal dari hasil penjualan sembako ini,” tutur Haniah.

Namun demikian, dengan adanya Perahu Wakaf sangat membantu dirinya sebagai sarananya dalam mencari rezeki. Dimana, perahu ini dapat memuat sembako yang biasa ia jual menjadi lebih banyak.

Berita Lainnya
1 dari 935

Haniah memiliki tekad untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap berjualan di pasar terapung dengan memanfaatkan Perahu Wakaf yang merupakan bantuan dari ACT Kalimantan Selatan.

Selain menjadi pedagang pasar terapung, Haniah juga berjualan hasil kebun dan menjual sembako.

“Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil penjualan dan anak-anak bisa sekolah berikut jajannya. Sekarang masih belum bisa menabung dengan rutin setiap harinya, tetapi kalau panen buah musiman Alhamdulillah bisa disisihkan untuk ditabung dari hasil penjualannya,” imbuh Haniah.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, Perahu Wakaf yang merupakan kolaborasi antara ACT Kalimantan Selatan bersama dengan Amanah Borneo Park, telah memberikan manfaat kepada pedagang pasar terapung yang telah menerima manfaat.

“Perahu Wakaf ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi penerima manfaat untuk dapat berjualan di pasar terapung. Kami ucapkan terimakasih kepada mitra dan para dermawan yang telah menyalurkan donasi terbaiknya,” kata Zainal.

Perahu Wakaf sendiri, merupakan program bantuan untuk pedagang pasar terapung dalam bentuk pendampingan masyarakat. Dimana melalui pendampingan tersebut diharapkan para pedagang pasar terapung bisa lebih mengembangkan potensi ekonominya. Sejauh ini, sudah 10 buah perahu wakaf yang disebarkan bagi pedagang pasar terapung.

“Pendampingan sudah mulai diinisiasi sejak September 2020 bekerjasama dengan MRI Banjarmasin,” pungkas Zainal. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya