Pilkada Pada Dua Kabupaten di Kalsel Diaggap Rawan, TNI Pertebal Pengamanan

Banjarmasin, KP – Wilayah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), oleh TNI dari Korem 101/Antasari ada dua wilayah dianggap rawan dan harus dipertebal pengamannnya. Itu tak lain Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Banjar.

”Meski demikian, semua sudah kita petakan. Memang kami anggap ada potensi rawan sehingga dipertebal pengamanan dari TNI, yang memback-up Polda Kalsel,” kata Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah didampingi Mayor Caj Iskandar, ketika silaturahmi dengan Insan Pers, Selasa (8/12/2020).

Untuk dua daerah itu sendiri lanjutnya, sudah pihaknya koordinasikan juga terhadap paslon agar sama-sama mengaja situasi agar aman serta bisa mengendaslikan massanya.

Sisi lain dikatakan, prajurit TNI dikerahkan sebanyak 1.551, yang  tersebar pada sejumlah wilayah di Kalsel.

Utamanya dalam pengamanan PIllkada Gubernur, Bupati dan Walikota serta sudah diatur dalam tugasnya pada masing-masing Kodim.

Pengawalan dan pengamanan ini sendiri hingga sampai pelantikan. Dalam Pilkada ini tentunya harus siap menang dan kalah,” ujar Danrem

Berita Lainnya

DPRD Tanah Bumbu Belajar Kota Layak Anak

1 dari 3.019

Komandan Resor MIliter (Danrem) 101/ Antasari, Brigjen TNI Firmansnyah ini lebih jauh mengatakan, pihaknya bersama personel pengamanan lainnya, akan tegas mengamankan oknum-oknum perusuh, baik itu dari pendukung pasangan calon, maupun masyarakat umum

“Jangan coba-coba kacaukan Pilkada di Kalsel, akan segera mengamankan dan mernidak, karrena bagaimana pun kami adalah satu tim yakni KPU, Bawaslu, TNI dan Polri.

Kami sepakat Pilkada Tahun 2020 harus terselenggara dengan tertib, aman dan damai, selain itu juga akan menerapkan masyarakat harus menggunakan masker saat pencoblosan,” tambahnya.

Sisi lain disebut, karena wilayah Kalsel khususnya masih pandemi Covid-19, maka harus tetap perhatikan protokol kesehatan.

“Secara jujur tidak ada satupun negara mempunyai pengalaman bagaimana menyelenggarakan pemilihan umum dalam kondisi pandemi Covid-19.

Semua mencari  informasi yang paling benar dan inilah mungkin akan dilakukan.

Atau menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia, melaksanakan Pilkada di musim Pandemi. Kalau ini ternyata berhasil mungkin bisa dijadikan modal bagi negara-negara lain,” jelasnya. (fik/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya