Regrouping TPS Sebabkan Partisipasi Pemilih Menurun

Berita Lainnya
1 dari 258

Banjarmasin, KP – Regrouping tempat pemungutan suara (TPS) diperkirakan menjadi penyebab penurunan partipasi pemilih di Kalsel, yang angkanya dibawah 60 persen.
“Pola ini tidak sesuai diterapkan pada kondisi pandemi Covid-19,” kata pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Budi Suryadi kepada wartawan, Jumat (11/12/2020), di Banjarmasin.
Bahkan hal ini sudah diprediksikan jauh hari, karena TPS akan menjadi tempat kerumunan massa yang berpotensi menjadi penularan Covid-19, walaupun KPU sudah melakukan pembagian jadwal kedatangan pemilih.
“Ini justru menimbulkan keengganan pemilih untuk datang ke TPS, terutama mereka yang jadwalnya terlewat atau menunggu waktu pencoblosan,” ujarnya.
Menurut Budi Suryadi, seharusnya pada masa pendemi dengan penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan membanyak jumlah TPS, misalnya 1.000 TPS ditambah menjadi 1.500 hingga 2.000 TPS.
“Sehingga satu TPS hanya untuk melayani 150 orang pemilih, namun kenyatannya justru regrouping TPS, sehingga satu TPS melayani hingga 450 orang pemilih, bahkan lebih,” ungkap Budi Suryadi.
Padahal waktu pemungutan suara dibatasi hanya sampai pukul 13.00 Wita, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendatangi TPS, terutama yang beda daerah ataupun kawasan.
“Kalau satu TPS hanya 150 orang, maka akan mendekatkan TPS tersebut dengan pemilih, sehingga mereka mudah untuk datang dan menggunakan hak suaranya,” jelas. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya