Akses Darat Terganggu,
Pertamina Distribusikan BBM dan LPG Lewat Sungai

Banjarmasin, KP – Akibat genangan air membuat sebagian akses jalan di Kalsem terganggu. PT. Pertamina memilih jalur sungai untuk mendistribusikan BBM dan LPG ke daerah Hulusungai.

Mengunakan LCT atau tongkang suplai dibawa dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Pelindo hingga jembatan Barito.

Kemudian, dilanjut perjalanan darat lewat Batola menuju jalan hauling PT. Talenta hingga ke Jl A Yani KM 71 dan seterusnya ke berbagai kabupaten di banua enam.

“Untuk memastikan kelancaran distribusi kita menyewa LCT, selain itu dengan jalur distribusi alternatif waktu tempuh pasokan menjadi lama dari yang biasanya 9 jam menjadi 17 jam,” kata Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga regional Kalselteng, Drestanto Nandiwardhana, Senin (25/1).

Selain pasokan dari Depo Pertamina Banjarmasin, pasokan ke wilayah banua enam juga dibantu dari Pertamina Balikpapan khususnya wilayah Tabalong dan sekitar. Hingga seminggu terakhir, distribusi BBM menggunakan tongkang sebanyak 233 unit mobil tangki atau 2.740 kiloliter BBM.

Diakui Drestanto, pasokan BBM dan elpiji belum 100 persen akibat dampak putusnya jalur utama distribusi, namun dipastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Berita Lainnya
1 dari 652

Akibat putusnya jembatan di Pabahanan Pelaihari, distribusi BBM dilakukan oleh Depo Pertamina Kotabaru untuk tiga daerah yakni Tanahbumbu, Kotabaru, dan Tanah Laut. “Pasokan gas elpiji disuplai Pertamina Balikpapan,” katanya.

Saat ini terdapat 126 SPBU di Kalsel dan semua telah beroperasi. Tercatat 7 SPBU terdampak banjir, namun kini semua sudah normal sementara dari 10 pertashop milik Pertamina yang ada di Kalsel hanya 1 yang belum bisa beroperasi yakni di Desa Seirangas.

2 fuel terminal dan 5 agen BBM industri operasional berjalan dengan baik. 14 SPBE, 1 Depot mini elpiji, serta 98 agen elpiji juga beroperasi dengan baik.

“Pasokan BBM sampai saat ini aman dan kendala putusnya jalur distribusi utama dapat kita cari solusinya, jadi kita berharap masyarakat jangan sampai ada panik buying, lakukan pembelian BBM secukupnya,” kata Drestanto.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, mengucapkan terima kasih atas upaya nyata yang dilakukan PT (Persero) Pertamina.

Menurutnya, apa yang dilakukan PT Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM dan Gas Elpiji dengan cara-cara di luar kondisi normal bernilai ibadah. (mns/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya