Analisa Sementara, Kenaikan Curah Hujan 8-9 Kali Normal Penyebab Banjir di Kalsel

Berita Lainnya
1 dari 1.211

Banjarbaru, KP – Berdasarkan analisa sementara banjir terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan kelebihan daya tampung sungai di Kalsel.
Dijelaskan Pj. Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, secara umum pada Daerah Aliran Sunga (DAS) Barito terjadi persoalan anomali cuaca dengan curah sangat tinggi.
Normalnya curah hujan bulanan Januari 2020 sebesar 394 mili meter (mm), sedangkan curah hujan harian tanggal 9 sampai 13 Januari 2021 sebesar 461 mm.
Terdapat kenaikan sebesar 8 sampai 9 kali lipat curah hujan yang masuk ke sungai.
“Dihitung air yang masuk ke Sungai Barito sebanyak 2,08 milyar meter kubik, sedangkan  kapasitas sungai kondisi normal hanya 238 juta meter kubik,” ujarnya, Selasa (19/1).
Lebih jauh ia menerangkan, debit air sungai di Kabupaten Tanahlaut 645,56 meter kubik per detik, padahal kapasitas hanya 410,73 meter kubik per detik. Debit air sungai di Kabupaten Banjar naik hampir 5 kali lipat. Kapasitas normalnya hanya 47,99 meter kubik per detik menjadi 211,59 meter kubik per detik.
Di Kabuaten Hulusungai Tengah tercatat debit sungai mencapai 333, 79 meter kubik per detik padahal kapasitas hanya 93,42 meter kubik per detik.
Banjir di perkotaan terangnya karena sistem drainase yang tidak mampu mengalirkan air dengan volume yang besar. Daerah banjir berada pada titik pertemuan dua anak sungai yang cekung dan morfologinya merupakan meander (lekukan sungai besar) serta fisiografi-nya berupa tekuk lereng (break of slope), sehingga terjadi akumulasi dengan volume yang besar.
“Tambang dan sawit saat ini masih kita kaji bersama para ahli, apakah ada kontribusi besar terhadap banjir. Saat ini faktor utama adalah karena curah hujan tinggi yang berulang setiap seratus tahunnya,” ujarnya.(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya