Antrean Truk Hingga Bundaran Kayu Tangi
Gunakan Ferry Penyeberangan Alalak

Puluhan truk dan angkutan berat lainnya terpaksa antri untuk menyeberang menggunakan ferry, bahkan antrian mengular hingga bundaran Kayu Tangi.

BANJARMASIN, KP – Puluhan truk dan angkutan berat lainnya harus antri menunggu giliran menyeberang di dermaga ferry penyebarang Sungai Alalak, Kayu Tangi Ujung.

Berdasarkan pemantauan KP, Rabu (20/1/2021), ferry penyeberangan yang berjarak 500 meter dari pembangunan Jembatan Alalak, terlihat antrian truk pengangkut ini hingga ke bundaran Kayu Tangi.

Antrian armada penyuplai sembako dan barang-barang kebutuhan lainnya umumnya dari pelabuhan Trisakti serta armada pengangkut BBM dan Gas LPG itu berjejer parkir di tepi bundaran Kayu Tangi Jalan Brigjen H Hasan Basri.

Meski untuk mempercepat antrian baik dari Banjarmasin dan sebaliknya dari Kalteng kini sudah disediakan dua kapal ferry dengan dua dermaga penyeberangan terpisah masing-masing berjarak sekitar 200 meter

Kapal Ferry penyeberangan milik salah seorang pengusaha berikut dermaga yang dibangun secara darurat ini, sebagai solusi menyusul ditutupnya jalan lintas provinsi akibat musibah banjir melanda hampir sejumlah wilayah di Kalsel.

Seperti Jalan Gubernur H Syarkawi yang membentang dari  Jalan Yani Km 17 Landasan Ulin hingga Simpang Empat Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala.

Berita Lainnya
1 dari 2.431

Padahal Jalan Gubernur Syarkawi sangat vital karena merupakan jalur ekonomi lintas provinsi Kalsel seperti angkutan truk pembawa bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) dan barang penting lainnya.

“Demikian terputusnya jembatan Matraman di Kabupaten Banjar akibat banjir yang merupakan jalur ekonomi menuju wilayah kabupaten di Hulu Sungai hingga Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah kepada wartawan.

Menurutnya, meski jembatan Matraman sudah bisa diperbaiki, namun jembatan itu saat ini hanya bisa dilewati armada angkutan dengan kapasitas muatan maksimal 5 ton.

Sebelumnya Rudiansyah menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan adanya Ferry Penyeberangan ini, distribusi kebutuhan sembako, BBM dan keperluan logistik lainnya dari Banjarmasin terutama menuju provinsi daerah tetangga Kalteng maupun menuju Hulu Sungai Kalsel sudah bisa teratasi.

Petugas pengawas penyeberangan, Asep menjelaskan, dalam setiap kali kapal Ferry mampu mengangkut sekitar 10 armada angkutan, dengan biaya penyeberangan tergantung jenis armada angkutan. “Untuk truk Rp285 ribu,” ujarnya.

Asep menjelaskan, ongkos untuk penyeberangan sebelumnya merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemilik ferry, organda dan pihak terkait lainnya. “Terkecuali armada angkutan yang membawa muatan bantuan kemanusiaan atau untuk tanggap darurat lainnya tidak dikenakan ongkos untuk menyeberang,” ujar Asep.

Ia juga menandaskan, khusus armada truk membawa muatan,sembako, sayur-sayuran, BBM dan gas LPG menjadi prioritas didahulukan untuk menyeberang agar cepat sampai menuju tujuan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya